Photobucket  WELCOME TO SAHABAT MUSEUM  Photobucket

batmus' posts with tag: tv

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tv
EventCas Cis CusJul 1, '08 10:29 PM
for everyone
Start:     Jul 2, '08 10:00a
End:     Jul 2, '08 11:00a
....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................




Prends !!!

Batmus tampil lagi di Anteve,
tepatnya di acara Cas Cis Cus,
tepatnya jam 10 pagi ini,
tepatnya bersama Shopie Navita dan Pandji Pragiwaksono,
tepatnya pada nonton yah oom, yah tante.

salam,
Adep


Eventbatmus di OChannel Jun 30, '08 2:20 AM
for everyone
Start:     Jun 30, '08 2:30p

Prends !!!

tayangan liputan PTD: Tembok Kota Batavia yang sedianya digelar Senen minggu lalu, nampaknya baru hadir di rumah Anda hari ini djam poekoel 14.30 WIB, maka disarankan kepada warga Batmus yang berada di seluruh dunia agar stel televisi di negara masing-masing, kalo kagak percaya buka aja deh tuh www.ochanneltv. com, dan disitu ditulis jam 14.30 WIB ada program berjudul: Napak Tilas VOC. sekian dan terima kasih banyak.

salam,
Adep


Blog Entrybatmus masup tipi (lagi)Jun 20, '08 2:44 AM
for everyone

Prends !!!

minggu ini,
ketenye sih Batmus nongol Anteve hari Minggu,
dalem acara Topik (entah yang siang atau yang
petang),

trus juga hari Senen tampil di acara
DKI 15 O Channel (entah yang pagi atau yang di
malam hari, kayaknya yang malam diulang deh..)

trus tanggal 3 Juli tampil di acara Cas Cis Cus
Anteve jam 10 pagi hmm kok jadi banyak tampil ya?

salam,
Adep

 


Intro ;

PiTiDi (Plesiran Tempo Doeloe) naek sepeda onthel keliling2 kota sudah 3 kali diadakan oleh Sahabat Museum atau yang lebih dikenal dengan nama batmus. Tapi PiTidi ujan2an ? baru satu kali ini kami adakan.

Minggu, 15 Juni 2008 :  

05.00 pagi, saya sudah bangun dan melihat keadaan cuaca diluar yang hujan lebat, saya tidak khawatir, karena pengalaman2 sebelumnya mengadakan acara PiTiDi diluar musim hujan, biasanya sang hujan akan berhenti pada pukul 07.30 - 08.00 pagi. Tapi ketika berangkat menuju TKP pada pukul 06.00, saya mulai deg2an. Hujan bukan nya berhenti, tapi malah turun makin lebat.  Saya pikir, ah, paling paling hujannya cuma di sekitar daerah Lebak Bulus aja derasnya, tapi ternyata, Ninta, rekan MC saya yang tinggal di daerah Bekasi juga mengabarkan hal yang sama, dan beberapa teman dari berbagi lokasi juga mengabarkan hal yang sama.  Waaaaaa, bakalan kacau nih, pikir saya. Jangan2, nanti nggak ada yang dateng. Kalaupun dateng, paling-paling cuman 50 orang aja, waduh !

Bertiga dengan Trinzi, saya dan Adep menjemput satu teman panitia, Cindi, kemudian langsung meluncur ke Museum Bank Mandiri, tempat starting point kami untuk acara PTD Tembok Tua naek sepeda onthel keliling tembok tua ini.

Sampai di TKP, saya, Trinzi, Cindi dibantu oleh Andreti, Ninta & Ican langsung gotong royong memasukan kue2 kedalam plastik

Kalo dikantor mah, boleh aja jadi eksekutip (pake P), tapi di batmus, semua orang jadi kuli, nggak pandang bulu semuanya kerja secara sukarela dengan riang gembira.

Waktu sudah menunjukkan waktu 07.15 ketika dua peserta mulai datang, dan ketika waktu menunjukkan pukul 07.30, baru segelintir orang yang datang dikarenakan hujan yang mengguyur Jakarta tidak kunjung berhenti. Saya mulai khawatir dan prihatin, dari 200an peserta yang sudah daftar, kemungkinan yang datang hanya akan ada dalam hitungan jari saja (jari semua pantia dikumpulkan maksudnya). 

Akan tetapi, telp tidak berhenti berdering ke no HP adep untuk menanyakan kelangsungan acara, dan adep mengkonfirmasikan bahwa acara tetap akan berjalan, tapi mungkin waktunya akan mundur menunggu hujan berhenti, sehingga calon peserta pun menguatkan niat untuk datang.

Hingga pukul 08.00 pagi, hujan belum juga berhenti, tapi yang menyenangkan, peserta mulai bertambah banyak, sehingga akhirnya pada pukul 08.20, sekitar 150 peserta sudah berkumpul kami pindahkan aula ruang serba guna untuk melihat slide show batmus dalam liputan media, sambil menunggu teman2 lainnya datang. Beberapa muka lama seperti (mas adri, trie, lala,maya, ariane, dewi, bonita, atio sekeluarga, serta satu teman baru dari Multiply *dadah2 ke ditto*, dan lain lain bermunculan, tetapi lebih banyak lagi muka baru, dikarenakan acara naek sepeda onthel ini sudah ketiga kalinya kami buat, sehingga peserta lama yang sudah pernah ikut tidak ikut lagi untuk trip ini.

Pada pukul 08.30 pagi, acara pun kami buka dengan memperkenalkan batmus kepada para peserta yang baru pertama kali bergabung, kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan Mas Firman sebagai tuan rumah dari Museum Bank Mandiri yang memberikan sambutan selamat datang, kemudian kami juga memperkenalkan Meneer Lilie Suratminto, ahlinja riwajat Batavia; Meneer Nico van Horn, toekang arsip KITLV, Meneer Andy Alexander, pemerhati peta djadoel Djakarta Lama, yang akan menjadi nara sumber kami hari ini.

Bapak Lilie mulai memberikan presentasi dan sharing ilmu yang beliau punya mengenai tembok tua selama 30 menit, sementara peserta pun terus berdatangan hingga jam 09.00 pagi.

Ketika hujan belum juga berhenti juga pada jam 09.15 pagi, maka waktu kegiatan yang seharusnya sudah naik ojek sepeda onthel untuk menuju Museum Bahari kami ganti ke plan B, yaitu keliling gedung Museum Bank Mandiri sambil menunggu hujan berhenti.

Peserta dibagi 4 kelompok, dan dipandu oleh mas Firman, mas Wage, mas Kartum & mbak Mei Mei yang mengenakan pakaian noni belande tempo doeloe, dan mereka semua mengelilingi Museum Bank Mandiri sambil mendengarkan cerita2 sejarah mengenai koleksi yang dipunyai oleh Museum Bank Mandiri. Oh ya, buat yang belum tau, batmus adalah komunitas pertama yang membuat acara mengeliling & memperkenalkan Museum Bank Mandiri ini looohh.


Museum Bank Mandiri  

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Mandiri

Sejarah museum
Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.

Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor, kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31-12-1968, gedung tsb pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri

Arsitektur bangunan museum
Gedung Museum Bank Mandiri (ex-Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM)) dirancang oleh 3 orang arsitek belanda yaitu J.J.J de Bruyn dan A.P. Smits dan C. van de Linde, Gedung ini mulai dibangun tahun 1929 dan pada tanggal 14 Januari 1933 dibuka secara resmi Oleh C.J Karel Van Aalst, Presiden NHM ke-10. Gedung ex-NHM ini tampak kokoh dan megah dengan arsitektur Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik

Koleksi museum
Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktifitas perbankan tempo doeloe dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan Operasional bank, Surat Berharga, Mata Uang Kuno, brandkast, dan lain-lain. Koleksi perlengkapan operasional bank tempo doeloe yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture masih asli.

Museum Bank Mandiri terletak di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat


Sementara peserta muter2, tampak Pak Lilie dan Pak Nico di interview oleh 3 televisi yang meliput (Anteve, Trans TV, O Channel & RCTI).  Sewaktu Pak Nico -yang sudah sering jadi nara sumber batmus - yang fasih berbahasa Indonesia tersebut diwawancara, kami ribut menggoda beliau “cieeee, Pak Nico masuk tipi, ntar semua keluarganya di Belanda pasti dikasih tau deh” yang membuat muka Pak Nico memerah dan beliau tertawa2, sehingga kami “diusir dengan hormat” oleh crew TV dan Pak Nico harus mengulang wawancara tersebut, hehe

Setelah satu jam putar2 di Museum Bank Mandiri, alhamdulillah hujan pun reda dan peserta kelompok pertama sudah bisa kami persilahkan untuk turun ke basement dimana ratusan ojek yang sudah di koordinir oleh Bapak Tarmizi sudah stand by dengan nomor ojek masing2.

Jangan kan anak2, teman-teman seumuran (ya, seumuran gue, puassss?) yang belum pernah naek ojek sepeda onthel terlihat sangat excited, karena ini merupakan pengalaman mereka pertama kali naek sepeda onthel tersebut. Mereka berpengangan dengan takut-takut, dan bingung sambil nanya ke panitia, bagaimana cara megang yang baik dan benarnya, harus pegang sepedanya, atau pegangan dengan abang ojek nya, hihihi.

Okeh, peserta kelompok satu sudah siap, dan sekitar 15 menit kemudian, rombongan pertama yang dipimpin oleh adep meninggalkan lokasi untuk menuju Museum Bahari diiringi dengan tiupan trompet dari para opas dan tepuk tangan teman2 lainnya.

Sementara peserta kelompok satu yang sudah tiba di TKP keliling Museum Bahari, saya dan panitia lain yang masih di basement Museum Bank Mandiri mempersiapkan keberangkatan peserta kelompok kedua, ketiga dan ke empat untuk menuju ke tempat yang sama.

Beberapa peserta yang berbadan “lebih besar” dari yang lain menawarkan diri untuk membawa sepeda dan sebaliknya malah memboncengkan sang abang ojek nya karena nggak tega sama abang ojek yang sepertinya berusaha “berjuang sekuat tenaga” untuk mengayuh sepeda, hehe.

Satu abang ojek merasa deg2an & khawatir untuk melepaskan sepeda nya yang dikendarai oleh Sandec yang berbadan besar dan bertampang seram dengan tattoo diseluruh badan sampai akhirnya panitia berhasil menyakinkan sang abang bahwa Sandec adalah peserta PTD yang baik hati dan tidak sombong sehingga abang tersebut dengan lega melepaskan sepedanya untuk dibawa Sandec & anaknya sambil diiringi dari belakang, hehe.

Detik2 terakhir pemberangkatan ini panitia sempet deg2an karena sepeda onthel yang sudah kami pesan sebanyak peserta yang membayar yaitu 210 ternyata kurang !!! Ternyata crew TV yang seharusnya meliput naik mobil masing2 pada saat terakhir memutuskan untuk ikut sepeda ojek tanpa memberitahukan panitia, sehingga sebanyak 14 peserta tidak dapat sepeda sehingga kami harus menunggu beberapa saat lagi. Untungnya daerah kota merupakan surga bagi sepeda ojek, biarpun nunggunya sedikit lama, akan tetapi beberapa menit kemudian ke 14 peserta tersebut berhasil keangkut dan menuju lokasi berikutnya. Pheeeewww, bisa nafas lagiiii

Museum Bahari. 

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bahari

Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Di sisi lain ditampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), tehnologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara. Melengkapi penampilan kebaharian Indonesia, museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.

Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Barat.

Pada masa pendudukan Belanda bangunan yang saat ini dipergunakan untuk museum dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, (diantaranya adalah rempah-rempah) yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat alris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis disamping muara sungai [Sungai_Ciliwung|ciliwung]] ini terdiri dari 2 sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771), sedang yang disisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari 4 unit bangunan, dan 3 unit diantaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976 bangunan cagar budaya ini dipugar, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.

Sampai di Museum Bahari, peserta dikumpulkan diruangan ber AC dan semuanya tampak duduk manis mendengarkan penuturan Bapak Andi mengenai VOC  dan peserta tampak sibuk menyimak dan mendengarkan dengan tenang. Diakhir presentasi banyak teman-teman yang memberikan pertanyaan seputar informasi yang baru di presentasikan oleh bapak Andi.

Setelah sharing informasi tentang VOC ini selesai, seharusnya, acara dilanjutkan untuk berkunjung ke tembok tua, akan tetapi, dikarenakan hujan yang turun dari malam sebelumnya dan baru berhenti sekitar jam 10 pagi yang menyebabkan kondisi lokasi dengan air tergenang tinggi, tanah yang becek & licin yang bisa membahayakan keselamatan peserta, maka dengan sangat menyesal kunjungan ke lokasi tersebut kami batalkan.

Peserta kemudian kami ajak untuk berphoto diatas tembok tua Museum Bahari dengan grupnya masing2 secara bergantian, sementara dari kejauhan saya lihat Adep, Pak Andi dan beberapa teman batmus tampak di wawancara oleh televisi2 swasta tersebut ( waaaaaa...kenapa bukan aku yang masuk tipiiiiiiii ??? ) :-P, dan selebihnya, semua peserta PTD tampak ber photo-photo disekitar Museum Bahari

Kemudian masing2 grup kembali naik sepeda onthel untuk kembali ke tempat semula, Museum Bank Mandiri untuk berdiskusi mengenai hal2 yang masih hendak ingin ditanyakan seputar cerita2 sejarah tembok tua, sambil makan siang nasi padang gulai ayam basalero dan duduk di lesehan aula ruang serba guna.

Sekitar pukul 12.30 siang, selesai acara makan, tanya jawab seputar acara PTD, batmus dan cerita sejarah, (termasuk jualan kaos PTD ), maka saya, ninta & adep pun menutup acara diiringi oleh tepuk tangan semua peserta yang hadir.

Atas nama panitia PTD Tembok tua 15 juni 2008, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para panitia, juga teman2, bapak2 & ibu2 dan adik2 semua yang telah meluangkan waktu untuk menikmati acara Plesiran Tempo Doeloe ditengah hujan deras. Salut, walaupun badai menghadang, semuanya tetap semangat untuk datang.  Senangnya bertemu dengan teman-teman lama juga berkenalan dengan teman-teman baru. Keep the spirit high !!!

Mohon maaf atas”force majeur” alias kendala cuaca yang tidak bisa kami kontrol sehingga kunjungan ke lokasi tembok tua kami batalkan, akan tetapi semoga dilain waktu kami bisa mengadakan kunjungan kesini lagi dengan kondisi cuaca yang lebih baik.

Sampai jumpa di acara berikutnya, naik kereta api Station Beos – Station Tandjong Priok, catat dulu tanggal nya, 6 Juli 2008.


Photo2 selengkapnya bisa dilihat di :

http://sahabatmuseum.multiply.com/photos/album/17/Plesiran_Tempo_Doeloe_Tembok_Kota_naek_sepeda_onthel_15_Juni_2008

Yuk, mariiiiiiiiiiiiiiiiii

 

salam,

deedee caniago
SAHABAT MUSEUM

 



ddd
dThumbnaild
ddd


From: Welcome To BCA [mailto:Welcome_To_BCA@ bca.co.id]
Sent: Wednesday, May 21, 2008 3:58 PM
To: Welcome to BCA
Subject: Saksikan Welcome to BCA, Kamis, 22 Mei 2008, pkl 21:30-
22:00 WIB di Metro TV

Kepada Yth.
Bapak & Ibu,

Pada tahun 2008 ini pemerintah mencanangkan program Visit Indonesia
2008. Target yang hendak dicapai adalah kehadiran 7 juta wisatawan
asing itu. Berbagai bisnis bisa ikut bergerak dengan digelarnya
ajang wisata massal itu. Seperti biro perjalanan, kerajinan rakyat,
kuliner, dll. Jika kita jeli, tentunya terdapat banyak peluang
bisnis yang bisa didapat. Apa yang harus diperhatikan untuk terjun
ke bisnis ini? Bisakah pelaku usaha kecil ikut menikmati kue bisnis
dari turisme internasional ini?

Untuk mengetahui hal tersebut, Welcome To BCA menghadirkan Johnie
Sugiarto pengusaha hotel dan maskapai penerbangan dan juga bapak Ade
Purnama dari Sahabat Museum, pengusaha pariwisata yang akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya. Saksikan perbincangan selengkapnya pada Welcome To BCA:

Episode: 98
Tema: Peluang Usaha Menyambut Visit Indonesia
Nara sumber: Johnie Sugiarto (El John) & Ade Purnama (Sahabat Museum)
Hari / tgl: Kamis, 22 Mei 2008, 21:30-22:00 WIB
Di: Metro TV

Pendukung Acara:
Pembawa Acara: Ferdy Hasan.
Artist: Ressa Herlambang

Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak & Ibu.

Selamat menyaksikan !

Hormat kami,
Divisi Perbankan Konsumer
Laksono Yuni Astuti


EventBatMus @ Welcome to BCA Show : live tonight !!!May 22, '08 2:02 AM
for everyone
Start:     May 22, '08 9:30p
End:     May 22, '08 10:00p
Location:     Metro TV



From: Welcome To BCA [mailto:Welcome_To_BCA@ bca.co.id]
Sent: Wednesday, May 21, 2008 3:58 PM
To: Welcome to BCA
Subject: Saksikan Welcome to BCA, Kamis, 22 Mei 2008, pkl 21:30-
22:00 WIB di Metro TV

Kepada Yth.
Bapak & Ibu,

Pada tahun 2008 ini pemerintah mencanangkan program Visit Indonesia
2008. Target yang hendak dicapai adalah kehadiran 7 juta wisatawan
asing itu. Berbagai bisnis bisa ikut bergerak dengan digelarnya
ajang wisata massal itu. Seperti biro perjalanan, kerajinan rakyat,
kuliner, dll. Jika kita jeli, tentunya terdapat banyak peluang
bisnis yang bisa didapat. Apa yang harus diperhatikan untuk terjun
ke bisnis ini? Bisakah pelaku usaha kecil ikut menikmati kue bisnis
dari turisme internasional ini?

Untuk mengetahui hal tersebut, Welcome To BCA menghadirkan Johnie
Sugiarto pengusaha hotel dan maskapai penerbangan dan juga bapak Ade
Purnama dari Sahabat Museum, pengusaha pariwisata yang akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya. Saksikan perbincangan selengkapnya pada Welcome To BCA:

Episode: 98
Tema: Peluang Usaha Menyambut Visit Indonesia
Nara sumber: Johnie Sugiarto (El John) & Ade Purnama (Sahabat Museum)
Hari / tgl: Kamis, 22 Mei 2008, 21:30-22:00 WIB
Di: Metro TV

Pendukung Acara:
Pembawa Acara: Ferdy Hasan.
Artist: Ressa Herlambang

Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak & Ibu.

Selamat menyaksikan !

Hormat kami,
Divisi Perbankan Konsumer
Laksono Yuni Astuti




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help