batmus' posts with tag: ptd
Prends !!
ini iseng-iseng aja pas pulang naek kereta semalem, ketika semua penumpang terlelap, i lancar menulis:
Juni 1 Juni 2008: Koeboeran Kapitein Souw Beng Kong Rp.50.000 8 Juni 2008: Kampong Tjina Glodok Rp.50.000 15 Juni 2008: Tembok Kota Batavia Rp.75.000 22 Juni 2008: Pulau Onrust Rp.250.000
Juli 6 Juli 2008: Bang Pitoeng Rp.100.000 13 Juli 2008: Koeliling Djakarta Naek Sepur Rp.75.000 20 Juli 2008: Herman Willem Daendels Rp.50.000 27 Juli 2008: Liet Bintang di Tjikini Rp.50.000
Agustus 1-2-3 Agustus 2008: Solo-Magelang- Jogja Rp.1.950.000 10 Agustus 2008: Depok Lama Rp.50.000 16 Agustus 2008: Rengasdengklok 16 Agustus 1945 Rp.250.000 28-31 Agustus 2008: Bencoolen-Palembang Rp.2.500.000
September: LEBARAN Oktober: Dieng Plateau? November: Halmahera-Ternate- Tidore Desember: Kemana Yah? Ke Cepu Lagi?
inga, inga, ini cuma ancer-ancer ajah, gue suka aja dengan tantangan bikin pitidi 3 bulan in a row, dan itupun kalo sanggup otak dan juga tenaganya, terus tentang on-kost, ah itu cuma ancer-ancer aja, blom pasti sekitaran segitu, boleh kan jika i berandai-andai hehehe, yah sudh, kalo mau ngebahas atu per atu tripnya monggo, kalo ada yg mau ngusulin rute laen silahkan, kalo mau dicuri idenya juga gapapa, asalkan gue boleh ikutan acara lu yah, boleh yah, makasih yah :)
salam, Adep
| Start: | May 17, '08 03:00a | | End: | May 19, '08 7:00p | | Location: | Sulawesi Utara |
PLESIRAN TEMPO DOELOE ke Sulawesi Utara Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1A Sabtu 17 Mei 2008 jam 03.00 subuh lho
Rp. 3.800.000 per orang, sudah termasuk: (tiket pesawat LION AIR pergi dan pulang) (pesawatnya baru lho, Boeing 737-900 ER) (airport tax di Jakarta dan juga di Manado) (menginap di Hotel Santika Seaside Resort) (Hotel Lokon Boutique Resort deket gunung) (Bus AC keliling kawasan Minahasa yg kece) (makan dan minuman selama di plesiran :) (daftarnya ke: adep@cbn.net. id aja yah) (ingat, peserta terbatas, buruan daftar!) (oh iya ada kaos Plesiran Tempo Doeloe) (kaos yg keren karya Peter Van Dongen) (terus juga tiket masuk semua tempat) (tentu pake asuransi jiwa juga doong)
(ditransfernya boleh dua kali kok...) (yg pertama 1,8 juta, kedua 2 juta) (tapi seminggu sebelom lunas yaah)
(eh iya mua-ap jika on-kostnja jadi 3,8 juta yang tadi pengennya cuma 3,5 juta saja, karena long wiken bok, dan tiket pesawat ke Manado selangit harganya, suwer dah lu cek aja di toko sebelah, kalo kagak percaya hehehe :p)
(yuk ditransfer DPnya atau mau bayar FULL juga gapapa, udah di bawah satu bulan nih, tinggal sebentar lagi nih, yuk yak, yuk...langkahkan kakimu ke mesin ATM hari ini juga, makasih yah, trims)
------------ --------- --------- --------- ----
Kata orang doeloe, prampoean tjantik di Noesantara, kasatoe ada di Manado, kadoea ada di Preanger atawa Boemi Parahjangan, jah prampoean Soenda gitu deh, Nah, moempoeng kita lagi kapengen ke Manado, yuk ikoetan SAHABAT MUSEUM poenja plesiran nan tjiamik, tida tjoema prampoeannja jang tjantik, melainkan pemandangan alamnja jang keren bgt!!! eh, tapi katanya sih cowok Manado ganteng-ganteng, eiiits tapi gue juga gak bisa bilang iya yah, gue KAN cowok, ngapain juga gue ngelirik cowok, iidddiiih emangnya eikke cowok apa'aan? (banci salon mode: ON). Mak-dar-it (maka dari itu) ikoetilah programma ini, yuk:
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Manado-Bunaken- Tondano-Tomohon sedari hari Saptoe, Minggoe, hingga hari Senen tanggal 17, 18 sampe tanggal 19 di boelan Mei, di tahoen 2008 yah
Tatkala denger kata Manado, banjak jang moentjoel di fikiran kitaorang tentang keindahan alam, dansa-dansi, makanan, minoeman, dan djoega bubur yang kontroversial itu (hihihi gue gak mau nyebut namanya ah, mending kita makan aja pas disono). Memang, Manado tjoekoeplah bekend dengen berbagi matjem hal jang sanget amet interessant (interesting) poenja, makanja nantinja kitaorang gelar ini atjara jang bisa bikin sodara-sodari terngiang-ngiang aken keindahan alamnja. Udah gitu yah, kitaorang nantinja menginep di Hotel Santika Seaside Resort yang letaknya tjoema selemparan batoe dari Bunaken! ah, dengen berlayar selama dua kali nafas, kitaorang dah nyampe! trus, trus, trus malem kedua, kitaorang menginepnja di Hotel Lokon Boutique Resort, jang view-nja langsoeng ke Goenoeng Lokon, sahingga toean-njonja pasti kasengsem dan tergoda oentoek kassie peloek itoe goenoeng dan tak ingin lepas (wuiidddihh. ..), pokoknya keren banget dah penginapan ini.
Tida tjoema itoe, kitaorang aken bezoek kebon binatang mini di deketnja Bitoeng, goena koendjoengi heiwan (binatang) ketjil jang diseboet: Tarsius Spectrum. Ini heiwan adalah spesies monyet terkecil di dunia! tjoema ada di bilangan Sulawesi bagian utara (kalo gak salah yah, atau mungkin di seluruh Sulawesi?), tapi yang pasti para ilmuwan perna menyatakan bahwa jenis monyet ini sudah tiada lagi, namun pada tahun 1989, seorang wong londo (entah warga negara mana, sori lupa, yang pasti bule dah) menemukan spesies ini di hutan belantara sekitaran Sulawesi Utara, lantas menyatakan bahwa kehidupan monyet-moyet kecil nan imut ini (besarnya kira-kira segede kepalan tangan org dewasa). masih ada dan banyak, dan tatapannya sangat menggemaskan, udah gitu kepalanya bisa menengok 180 derajat, yah badan ke depan, tapi kepala ke belakang, dan sekali lagi, sungguh menggemaskan! Oh iya satu hal yang sangat menarik dari monyet kecil ini adalah: hidupnya Monogami! bila pasangan dia sakit atau meninggal, dia akan sedih, tak ingin berpaling ke lawan jenis lain (ahhhh, manusia, kita mesti mencontoh perilaku monyet kecil ini! say no to poligami! hehehe), pokoknya lucu deh si monyet.
Poen kitaorang aken temoei Kus-Kus, binatang jang biasa nemplok di pu'un (pohon, hihihi) mempunyai ekor yang kuat, biasanya digunakan untuk gelantungan di batang pohon, lalu hewan yang lucu ini juga punya kantong kecil layaknya Kangguru. Ah, hidup gelantungan di pohon dengan bulu mirip Koala, dan punya kantong di depan seperti Kangguru, apakah ini hewan perpaduan antara Koala dan Kangguru? entahlah, gue gak paham banget soal ini, mending kita liet langsung aja nanti pas ke little zoo ini :)
Kamoedian, kitaorang djoega aken bezoek Waruga, iatoe seboah kompleks pemakaman jang oemoernja soeda ratoesan tahon, makam leloehoer orang Minahasa. Sebenernja mirip dengen jang di Toradja poenja namoen jang ini lebi uniek, kerna itoe majat ataoe toeboeh orang meninggal ditarok dalem saboeah batoe dan ditempatkan dengen posisi doedoek, Pada toeboeh prampoean senantiasa ada 2 boeah mangkok nan besar, goenanja oentoek menempatken perhiasan, satoe ditarok di atas kepala, satoe di bawah (didudukin) djadi koetika itoe badan soeda mendjadi kerangka, maka semoea perhiasannja aken terkoempoel mendjadi satoe, dan kedoea mangkok terseboet aken menoetoep mendjadi satoe bagian, ah pemikiran jang smart!
Klaar koelilingin Waruga, kitaorang cabut arah Tondano, sablomnja koendjoengi makam Dr.Sam Ratulangi, saorang pahlawan perintis kemerdekaan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia Merdeka. Abis itu kitaorang berger lagi naar Tondano, yah Danau Tondano, kitaorang nantinja makan siang di sini yah, ok? Abis makan siang di restoran pinggir danau ini, lantas kitaorang bergerak ke kota Kwangkoan, sekitar 20 KM dari Tondano, tak lupa melewati Goa Jepang jaman Perang Pasifik 1942-1945, lalu langsung menuju ke Watu Pinawetengen, sebuah batu besar yang dipercaya sebagai tempat leluhur atau nenek moyang orang Minahasa (Toar-Lumimmut) , oh iya abis itu kita ke Bukit Kasih, terdapat dua pahatan kepala yang menggambarkan Toar-Lumimmut, dan di tempat ini juga terdapat tempat ibadah dari lima agama besar yang terdapat di Indonesia. Kalo dari pesawat, kita bisa liet Bukit Kasih ini, terdapat salib besar di atas.
Kini saatnya kembali ke Manado, setelah menginap di Hotel Lokon Boutique Resort, di tengah perjalanan kitaorang akan kunjungi Makam Tuanku Imam Bonjol, seorang pejuang Perang Paderi (ttg apakah beliau Pahlawan Nasional, atau pejuang tanah adatnya? ntar kita diskusikan saja lebih lanjut). Di tempat ini, kitaorang bisa datengin tempat Imam Bonjol beribadah, beliau selalu sholat di atas batu yang berada di tengah sungai yang deras! namun sayang beberapa tahun lalu, ketika banjir besar melanda sungai ini, batunya kegeser dikit, jadi daripada-daripada, mending dipindahin aja ke darat, tepatnya di tepi persis sungai ini. Pada bagian atas batu ini, kitaorang bisa liet tanda-tanda bekas Imam Bonjol sholat, di bagian atas, katanya ini bekas keningnya, di bawah dikit, itu bekas lututnya (kata si yang menjaga tempat ini yah, bukan kata gue hehehe). Lalu katanya lagi Try Sutrisno, Agum Gumelar dan Syarwan Hamid pernah sholat di atas batu itu (lho kok yang sholat tentara semua? tanyakan saja sama sang penjaga tempat sholat Tuanku Imam Bonjol ini). Juga ada rumah kecil tempat Imam Bonjol diasingkan.
Oh iya daritadi cerita tentang tempat-tempat bersejarah di luar Manado mulu, jadi ngapain aja kita di Manado? yang pasti akan keliling kota ini, foto-foto di depan Patung Wolter Mongosidi, Pierre Tendean, dan juga kelilingin Museum Sulawesi Utara, abis itu kita berfoto di bawah Patung Yesus yang terletak di sekitar perumahan Citraland. Ini patung sungguh besar, besar sekali hingga kau akan terperangah kagum. Terus, terus, terus tidak lupa kitaorang plesir ke Bunaken! mau berenang terseraah, mau snorkeling up to you, mau diving monggo tapi bayar ndiri yah peralatannya, kalo berenang sih grateeeesss, lalu kalo kagak mau basah-basahan sedikitpun, bisa aja sih dari atas kapal boatnya, bisa liet bawah laut juga kok, kan di kapalnya ada kaca tembus ke bawah laut, dan kalo beruntung, lu olang bisa lietin orang yang lagi diving!
Untuk plesiran ke Manado ini, kitaorang aken kassie tjetak satoe kaos jang oke poenja, karja Van Dongen, jang bergambarken gedong djadoel di kota Manado, kalo lu olang mahoe liet saperti apa, liet aja dah ntuh gambar di attachment email ini, di bagian paling bawah, atau yey buka aja halaman muka milis Batmus di: http://www. yahoogroups. com/group/ sahabatmuseum dan juga sekalian aja gabung milisnya, yuk mariiiiiii
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273 sesudahnya transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)
tjara membajarnja/ transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18, maka Mas Boy transfernja = Rp.3.800.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.3800018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.3.800.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. oke bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaaw!
Memoedjiken dengen hormat, Ade Purnama (Adep) SAHABAT MUSEUM adep@cbn.net. id 0818 94 96 82
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Saptoe 17 Mei 2008 03.00 - 04.00: Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1A 05.00 - 09.00: Berangkat ke Manado non-stop dengan Lion Air (ini bukan 4 jam yah terbangnya, tapi 3 jam, kan WIB ke WITA) 09.00 – 10.00: Sampai di Manado dan beresin bagasi 10:00 – 11.00: Berangkat ke Hotel Santika Seaside Resort 11:00 – 12.00: Tiba di hotel, istirahat, mandi, sholat zuhur, dll 12.00 – 12.15: Berangkat ke Bunaken berangkat dari pinggir Hotel Santika 12.15 – 16.00: Koeliling Bunaken (snorkeling, diving, swimming, makan siang) 16.00 – 16.15: Kembali ke Hotel Santika Seaside Resort 16.15 - 17.00: pada mandi gih biar wangi, kan kita mau ke Manado 17.00 – 19.00: Koeliling Manado (Museum, Klenteng Ban Kian Hiong, Monumen PD II, Patung Pierre Tendean, Patung R.W Monginsidi, Pantai Manado, Sholat Ashar dan Maghrib di Mesjid Raya Manado) 19.00 - 20.00: Makam Malam di Restoran Ikan Bakar Kharisma. pinggir pantai 20.00 – 21.00: Kembali ke Hotel Santika Seaside Resort 21.00 – 21.30: Siap-siap Pintong ke mana aja deh, terserah 21.30 - 24.00: Pintong (Pindah Tongkrongan) sampe puas :)
Minggoe 18 Mei 2008 06.00 – 07.30: Sarapan di Hotel Santika Seaside Resort 07.30 – 09.00: Berangkat ke Bitung, pantai selat Lembe di desa Nae Mundung (dekat kota Bitung) mengunjungi little zoo 09.00 - 10.00: Koeliling Kebon Binatang Mini (Tarsius Spectrum, jo!) 10.00 – 10.30: Berangkat Sawangan dekat kota Air Mandidi, mengunjungi makam tua (Waruga) makam nenek moyang suku Minahasa 10.30 – 11.00: Koeliling makam tua Waruga 11.00 – 12.00: Berangkat ke Tondano, mengunjungi Makam Pahlawan Dr. Sam Ratulangi, dan Danau Tondano yang cantik 12.00 – 13.00: Makan siang di Restoran Tumau Tou, persis di tepi Danau Tondano (ikan bakar dll, sholat zuhur) 13.00 – 14.00: Berangkat ke Kwangkoan, mengunjungi Goa Jepang, Watu Pinawetengan, Bukit Kasih, Tour Lumimmut 14.00 – 15.00: Koeliling Bukit Kasih (yang ada salib gede itu lho) 15.00 – 15.30: Berangkat ke Tomohon, check in Hotel Lokon Boutique Resort 15.30 – 19.00: puas-puasin deh loe mandangin Gunung Lokon di depan sono 19.00 – 20.00: Makan malam di Hotel Lokon Boutique Resort atau yang punya kepengen maem bakso, ada di dekat resort di Bakso Cak Man hihi 20.00 - 21.00: Ice Breaking dan acara bebas, menikmati sejuknya hawa gunung
Senen, 19 Mei 2008 06.00 – 08.00: Sarapan di Hotel Lokon Boutique Resort 08.00 – 08.30: foto-foto ke sana ke mari, di mari...yah 08.30 – 09.00: Berangkat ke Makam Tuanku Imam Bonjol 09.00 – 10.00: Koeliling Makam Tuanku Imam Bonjol, ke tempat sholat di tepi sungai 10.00 – 12.00: Melihat Patung Yesus ukuran raksasa, dan beli oleh– oleh khas Manado 12.00 – 13.00: Makan siang di Restoran Mapanget (deket bandara, cuma 5 menit aja) 13.00 – 14.30: Berangkat ke Airport, check in dan boarding (pasti bagasinya nambah!) 14.30 – 18.00: Pesawat Lion Air terbang ke Jakarta tapi mampir Makassar bentar yaah 18.00 – 19.00: (udah WIB lagi yah) Beresin bagasi, Good Bye, see you in the next PTD
|  |
Minggoe 27 April 2008 06:00 – 08:00 Sarapan di Hotel Mutiara 08:00 – 11:00 Keliling Bandoeng Tempo Doeloe (ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh) 11:00 – 12:00 Berangkat Makan Siang di Bandung 12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung 13:00 - 14:00 Keliling Museum Konferensi Asia Afrika 14:00 – 15:00 Cerita ttg Jalan Raya Pos (De Groote Postweg) (oleh Pak Djoko Marihandono, Dosen Sastra Perancis UI) 15:00 – 16:00 Berangkat ke pusat kota, oleh-oleh! 16:00 – 17:00 Belanja oleh-oleh khas Bandung, Euy! 17:00 – 20:00 Berangkat ke Jakarta, dan good bye!
Prends !!!
tjoekoep soeda kagoembirahan kitaorang ni'mati hidangan Nasi Timbel, mari kita tjanangken gaja hidoep sihat baroe, jakni makan Nasi Gudeg moelai hari ini kerana kita semoea soeda merasa tjoekoep gizi dan sihat wa'alfiat dari makan Nasi Timbel :p
trima kasi sebesar-besar kepada para Batmuswan & Batmuswati jang soeda kassie partisipasinya dalem ikoetan atjara jang yahud poenja (menurut gue) hehehe, soenggoe kelian menjenangken, pun juga bikin kangen di hari ini, yuuuk Pintong Saptoe ini, ngeskrim yuuuk! atau ngapain kek, makan-makan enak!
okeh, sekarang i maoe oetjpaken trima kasih kepada fihak jang soeda bikin ini atjara succes (menurut gue lagi!), kepada Mbak Nike Ardila eh maksudnya Nike Achmad yang sudah bantuin perijinan kunjungan ke Villa Isola :) terutama buat tantenya: Bi Emmy, dan Mas Cacuk yang sudah membantu dengan baik dan lancar, sehingga kita penggila gedung tua bisa masuk ke dalem hingga ke puncaknya! bahkan Ibu Tati manjat sampe paling atas!!! horeeeee *plok,plok,plok* lalu, lalu tingkyu diucapkan kepada Pak Andika yang bukain pintu Isola, juga Pak Gumilar yang sudah nelponin sana-sini.
kemudian makasih buat Dadan Nugraha dari Bandung Heritage Society (ingat, Zener! Bandung Heritage Society bukan Factory Outlet, camkan itu! oh iya Batmus, Zener ini adalah anak Batmus yang kini kuliah di S2 ITB, die pernah ikutan pitidi ke Tjirebon bersama kakaknya: Nci Eileen. si Zener ini kebetulan nyamperin kita, gue, Ican, Dadan untuk gabung ketawa-ketiwi pas survey pertama di Bandung (surveynya 2 kali lho..)
trimakasih lagi kepada temen-temen yang udah nemenin survey, Bang Ican, NS (nama dan alamat ada di redaksi), Arief DKS (sori, bukannya maksud gue pake inisial juga untuk nama Arief ini, tapi sumpah sampe sekarang gue gak tau kepanjangan dari DKS ini), trus trimakasih juga kepada Motulz yang udah memberikan guyonan segar selama survey, dan terakhir makasih kepada Maya Hadi yang sudah fotoin kitaorang dan makasih juga udah dikasih ijin (dalam hati), sori May blom bilang bahwa gue pake foto lu yang keren itu yang Isola untuk di nametag)
lalu trimakasih juga kepada Ibu Cucu Suryati, Kepala Observatorium Bosscha, FMIPA-ITB, yang telah kasih kesempatan kepada kitaorang untuk keliling teropong bintang, juga kepada mas yang nerangin ttg tata surya dan kawan-kawannya, sungguh menarik bgt mas, namun maap banget pas di ruangan ini saya terlelap barang sejenak, abis capek euy ngurusin ini-itu berminggu-minggu zonder istirahat huhu.
makasih juga kepada fihak Museum Geologi, mbak pemandu, dan juga mas yang bantuin nyiapin presentasi di Auditorium Museum Geologi, trims.
special thanks kepada Pak Her Suganda, Pak Budi Brahmantyo dan Pak Djoko Marihandono, karena karena Bapak-Bapak sekalian, PTD naar Bandoeng, Euy! semakin meriah, berbobot ilmu pengetahuan. juga kepada Mbak Wiwien Tribuwani yang sudah mempertemukan saya dengan Pak Budi di ITB pas survey beberapa minggu silam, lalu trimakasih kepada Pak Harto yang bantuin ngatur slideshow sewaktu Pak Djoko presentasi tentang Herman Willem Daendels (hhm mau dibikin jilid 2 nya? di Jakarta aja? nantikan PTD naar Het Witte Huis atau Gedung Putih, yaitu Gedung Departemen Keuangan RI, yang di depannya precies Lapangan Banteng, hhm atau PTD ini berjudul PTD: Waterlooplein yah? karena kitaorang kepengen koendjoengin Gereja Katedral dan juga Mesjid Istiqlal, so prends, begimana? mahoe? ntar deh kite atur aje kapan waktu yang enak buat gelar acara yang ok poenja ini, mungkin Juli atau juga Augustus, nantikan saja.
sebelum lupa, kemaren Pak Djoko ngenalin rekannya, Pak Bagus yang achli perkara spoor Batavia-Bandoeng, naah mungkin aja pas PTD naar Bandoeng jilid 2 akan kita gelar presentasi tentang sejarah kereta api yg di Hindia-Belanda dan tentunya sejarah jalur lintasan kereta api yang ke Bdg.
oh iya makasih juga buat Pak Lilie Suratminto, narasumber Batmus yang juga dosen gue di Falkutas Sastra Belanda UI. Makasih udah menghubungkan saya dengan Pak Djoko, eh iya Pak Lilie bulan depan ngeluncurin buku tentang nisan-nisan di Museum Prasasti, hhhm kita gelar PTDnya? liet nanti deh.
Makasih juga kepada bocah-bocah Saung Angklung Mang Udjo. Sungguh, kalian bikin hati kita semua seneng dan riang gembira. Juga makasih kepada Rumah Makan Ampera di Jl.R.E.Martadinata yang udah kasi kesempatan untuk puter film tentang Bosscha :)
trus juga kepada Cindiani Wulandari yang udah bayarin Mie Kocok, Maya Sari Taufik Teh Botol (2 botol!), Galuh Fajar untuk Kerupuk, makasih juga kepada Trinzi Mulamawitri yang udah kasih minuman suplemen UC 1000, semoga saya kelak menjadi Miss Universe, sorry gak berani nyebut Mr.Universe, karena udah ada Billy si Maselmen (maksudnya: Muscle Man), oh iya FYI gelar Mr.Universe diberikan kepada pemenang pertandingan bina raga memamerkan otot besar, Arnold Schwazenneger sering banget memenangi pertandingan ini. ah inget Billy jadi inget si Guille yang di games Street Fighter II, eh iya konon katanya si Billy buka baju yah pas lagi di Bosscha, wuih (eh iya yang tentang Miss Universe disini, kan yang iklanin minuman UC1000 biasanya para Miss Universe, bukan begitu bukaaaan???)
terima kasih juga kepada Pak Umar Hadi dari Deplu Pejambon yang udah menyuguhkan kami tarian selamat datang di Museum Konferensi Asia Afrika, terus juga udah nyetakin buku kartun tentang peristiwa ini, lalu makasih juga untuk makan siangnya. lalu, lalu kepada Pak Theo yg udah bikin acara ini lancar, dan yang pastinya trimakasih kepada Ibu Tini yang sudah kasih kesempatan kepada kami, sehingga kami bisa menikmati keliling Museum Konferensi Asia Afrika dengan gembira, yang dipandu oleh Pak Asep Gunawan. makasih juga kepada Ibu yang ngemsi juga Bapak yang memberikan sambutan, mohon maaf saya lupa namanya, tapi biar bagemanapun kami tetap syeenaang.
Sepesiyal tengs kepada semua peserta pitidi Bandung yang sudah ikutan gabung, juga kepada trio bocah yang brisik yang bikin hati ini tersenyum terus selama di bus, makasih yah Reiki, makasih yah Zaki, makasih Ridzki. trus juga makasih kepada Pak Lusmanto dari Bogor yang udah gabung di Bandung, juga kepada Mas Yudi yang katanya mau bkinini kita pelem, yang akan tayang di websitenya: www.beoscope.com dan kemudian makasih kepada Kang Ichsan yang udah ngasih lukisan watercolour yang sungguh keren itu.
berikutnya makasih kepada Ben dari Mahanagari yang udah cetakin kita kaos komik nan yuhuuu punya, bergambar Hotel Savoy Homann, trus makasih juga kepada Mbak Siesca, Mas Dondy, trus 3 masses (maksudnya 3 mas-mas, kan jamak, jadinya pake tambahan "es"), ini 3 masses nganterin kaos ke hotel jam setengah 12 malem bok!
pastinya makasih kepada keluarga Oom Noval, yang melengkapi kebahagiaan dengan membawa Mbak Hani-Jihan-Akmal-Ara dan Mamanya: Ibu Hj.Dewi Sodja, ah menyenangkan bertemu kalian!
makasih juga kepada Dwinita Larasati (atau lebih bekend dipanggil: Tita, juga ada lagi yang lebih bekend, yakni: Curhat Tita, eh ini nama bukunya yah? hehehe, beli gih bukunya bagus kok, jaminan mutu, menurut gue lagi yah, hehehe)
diucapkan makasih kepada Pak Sopir Bus Big Bird yang sudah mengantar kami ke tempat-tempat yang yahud punya selama di Bandung, makasiyah.
dan tentunya sangat amat teramat terima kasih kepada Ibu Wisda, Pak Amran, Kak Deedee, Kak Ninta, Bang Ican, dan Bang Joe (yang kayaknya kalo Billy ikutan PTD lagi, Bang Joe sebaiknya nanti pake kemeja gombrong yang kedodoran aja deh hehehe, peace Bang Joe)
Udah ah, segitu aja dulu, makasih yah, sayonara, tot ziens, gudbai! eh iya mohon maaf jika ada fihak yang telah membantu mensuksekan acara ini tetapi blum disebut namanya di email Thank You ini :)
salam, Ade Purnama yangmasihtersenyumkarenabandung
|
|  | Sahabat Museum Plesiran Tempo Doeloe, Bandung Day-1
Saptoe 26 April 2008 06:00 – 07:00 Kumpul di Parkir Timur Senayan 07:00 – 10:00 Berangkat ke Bandung, Euy! 10:00 – 11:00 Keliling Museum Geologi 11:00 – 12:00 Cerita ttg Bandung Purba (oleh Pak Budi Brahmantyo, dosen ITB) 12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung 13:00 – 14:30 Berangkat ke Observatorium Bosscha (ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh) 14:30 – 15:00 Jalan Kaki ke atas dari bawah 15:00 – 16:00 Keliling Observatorium Bosscha 16:00 – 16:30 Jalan Kaki ke bawah dari atas 16:30 – 17:00 Berangkat ke Villa Isola 17:00 – 19:00 Keliling Villa Isola 19:00 – 20:30 Berangkat ke Saung Angklung Mang Udjo 20:30 - 21:00 Makan Malam di Saung Angklung Mang Udjo 21:00 – 22:00 Show Performance dan Maen Angklung, bok! 22:00 – 22:30 Hotel Mutiara 24:00 – 01:30 Pintong Bandung
|
| Start: | Aug 6, '06 07:30a | | End: | Aug 6, '06 10:30p | | Location: | Jakarta Kota |
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naik Sepeda di Jakarta Kota Kumpul di Museum Bank Mandiri, seberangnya Stasiun Kota Minggu 6 Agustus jam 07.30 di pagi hari Rp. 75 ribu/orang, sudah termasuk: (roti buaya) (aer minoem) (makan siang) (Tiket Museum Bahari) (Tiket Menara Syahbandar) (Masuk ke Goedang Timoer) (diceritakan oleh Meneer Max De Bruijn*, achli riwajat Djakarta) (diboncengin ojeg sepeda, kagak perlu bawa sepeda sendiri ya) (nonton film tentang Djakarta tempo doeloe, film baru lagi neh) (oh iya bayarnya ditransfer aja yah biar kita bisa booking ojeg sepedanya dan biar si abangnya juga siapin tenaga) ditransfernya ke Rekening BCA 2371425693 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, atau via email atau di fax ke no: (021) 769 62 73 (nomer urut akan diberikan setelah mendaftar ke adep@cbn.net.id) nah, jadinya kirim email dulunya, entar dibales kok, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya bingung karena mendapatkan uang kaget) (oh iya letak Museum Bank Mandiri ini: kalo naik busway, pas halte paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, nah pas keluar dari haltenya,nyebrang ke kiri jalan aja, kalo ke kanan khan ke Stasiun Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya yg gede banget, dan di situ juga ada plang yang bertuliskan: Museum Bank Mandiri. dan kalo pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik yang di depan maupun yang di dalem gedung, masuk ke belakang, banyak kok parkirannya, ok?) -------------------------------------------------------------------------------- Kabar Goembirah !!! Kabar goembirah boewat Toewan dan Njonjah jang soeka aken plesiran !!! Para achlie plesiran dari Sahabat Museum soedah berhasil temoeken satoe tjara baroe jang tiada terfikir sabelonnja boewat koerilingin Djakarta Kota ! Dengen ini methode jang modern, Toewan dan Njonjah troesa lagi ngerasa cape sampe pegel linoe boewat ni’matin kaeilokannja bilangan Oud Batavia. Ini methode jalah ambil mangpa'at dari soewatoe panemuan para achlie di Europa jang poenja nama Velocipede. Maka dari itoe, ikoetilah kitaorang poenja programma jang asjik dan njenengin banget, ia itoe programma: PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naek Sepeda Koeliling Batavia Minggoe tanggal 6 boelan Augustus tahon 2006 dari djam poekoel 07.30 ampe klaar djam 11 atau 12an Ini nama programma moengkin lebi tjotjok diseboet sebagi: "Makan Angin Naek Kareta Angin", kerna pada itoe hari, kitaorang aken sediaken poeloehan fietsen (sepeda) dengen band karet jang empoek choesoes boewat Toewan dan Njonjah pake goena plesiran. Tapi, tentoe kitaorang tiada soeroe Toewan dan Njonjah jang terhormat boewat kajoeh sendiri itoe kareta angin. Kitaorang aken sediaken djoega para achlie kajoeh sapedah jang soedah kaoedji diaorang poenja katerampilan, djadi Toewan dan Njonjah tinggal doedoek santai sadja di boncengan sambil liat-liat pemandangan Kota Toea Djakarta dan sekitarnja. Kitaorang aken koerilingin saloeroeh Oud Batavia, moelainnja di satoe gedong di moela-moela masoep bilangan Kota Toea Djakarta, jakni gedong N.H.M (sekarang djadi Museum Bank Mandiri), di sabrangnja kan Stasion Beos (sekarang Stasiun Jakarta Kota), teroes ka ilir (Utara) soesoerin djalan besar dipinggirnja Kali Besar. Di sini banjak gedong nan tjiamik jang bikin Toewan dan Njonjah poenja mata takdjoeb tiada berkesip, duile! Toewan dan Njonjah tentoe bisa brenti di mana-mana tempat jang Toewan dan Njonjah poenja interessant. Bole ambil portret sadjepret doewa djepret boewat dipadjang di Toewan dan Njonjah poenja Multiply ataoe Friendster :) Toewan dan Njonjah djoega bisa saksiken soeatoe technologie jang heibat jaitoelah Djambatan Kota Intan. Di djeman doeloe, ini djambatan kajoe bisa diangkat soepaja praoe jang liwatin ini djambatan tiada tersangkoet dia poenja tiang. Sasoedahnja kagoemin ini djambatan, Toewan dan Njonjah bisa teroes mintaken para toekang kajoeh sapedah boewat bawa diri ka ilir lagi, jaitoelah koendjoengken Goedang Barat jang sekarang soeda djadi Museum Bahari. Di ini tempat, Toewan dan Njonjah djoega bisa liat roepa-roepa technologie kapal en praoe dimana nenek mojang kita biasa pake pada itoe tempo. Tentoe sadja sasoedah itoe, kitaorang djoega bisa naek ke atasnja Uitkijk toren (tower), saboeah menara pengawas praoe, jang maoe masoep ka Poort Batavia, jang sekarang misih berdiri tegak, dan kerap orang seboet ini menara sebagi: Menara Syahbandar. Soenggoe beda dengen jang di Barat, di sabela wetan (Timur) kitaorang djoega bisa liat bekas goedang Olanda. Namoen hanja sadja, ini gedong tiada poenja nasib jang sama baek dengen dia poenja saodara di barat. Gedong jang satoe ini soeda ampir antjoer tiada jang ambil oeroes.. ach, sedihnja.. makanja ntar kitaorang kasi bezoek.. Poewas koeriling kota, Toewan dan Njonjah kitaorang adjak kombali ka gedong NHM jang adem ajem boweat ni’matin makan siang dan aer minoem. Sambil ditemenin silir angin, Toewan dan Njonjah dengen peroet kenjang, bole dengerin tjeritera-tjeritera Meneer Max De Bruijn, jalah seorang achlie riwajat kota Djakarta dan djoega poenja pangetahoen nan loewas perkara itoe loekisan bikinannja Johannes Rach, saorang Europa jang tiada banding dalam soal gambar sketch di Batavia. Dan sala satoe goresannja Johannes Rach ia itoe:Goedang Timoer jang letaknja di pinggir djalan tol dalem kota.*Pak Max, sekarang misih di Belanda, kemaren sih kasi kirim chabar bahoewa tanggal 3 Augustus soeda tiba di Djakarta. Semoga pak meneer tiada alami jetlag (naik jet sambil melek... halaahhh edan !!!) hehehe, yah pokoknya semoga nanti diaorang bisa ikoetan naek sepeda yahhh :) okeh, okeh, okeh... Nah, toenggoe apa lagi? Ajoe, sigra daftarken Toewan dan Njonjah poenja nama boewat ni’matin ini plesiran gaya baroe. Kirimken oeang sadjoemblah Rp. 75.000 sajda per persoon, boewat kitaorang oeroesken itoe sewa sapedah dan lain-lain oeroesan, ka Rekening BCA 2371425693 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dan dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, atau via email adep@cbn.net.id Toewan dan Njonjah bole pakai badjoe lengen pandjang, soepaja Toewan dan Njonjah poenja koelit poetih langsep tiada djadi item kena matahari jang mentjorong. Kata pepatah, “hati orang bole diterka, tjoeatja Batavia tiada jang taoe......” djikalaoe nanti pada tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. Memoedjiken dengen hormat, Ade Purnama (Adep) Sahabat Museum 0818 94 96 82 -------------------------------------------------------------------------------- (teks oleh Irvan Karta)
| |