Mengapa Toean/Njonja toeroet ke Pulau Onrust? kalo yey olang pengen ikutan, i kasih tahu dulu alesan kenapa yey achirnja bergaboeng dengen kitaorang ke Onrust dan sekitarnya.. ..
pertama, narasumbernya: E.S.Ito (yang penulis buku: "Rahasia Meede"), Pak Lilie Suratminto (yang ahli bacain nisan di kuburan jaman VOC dan juga di jaman Hindia Belanda), yah, Pak Lilie dosen Sastra Belanda UI yang getol banget cerita tentang sejarah VOC beserta batu nisan-nya!, lalu ada Pak Alwi Shahab (penulis buku tentang riwayat kota Djakarta di djaman doeloe). Dan semua narasumbernya udah confirmed !!! oh, yeah!
kedua, makan siangnya ikan bakar dari Restoran "Serba Nikmat" dan pasti beneran nikmat! doeloe Bung Hatta suka makan ikan bakar ini. trus juga nantinya selama plesiran ini, kitaorang aken sediaken 2 kali kopi pecah (coffee break, hehehe ma-ap jayus :p)
ketiga, udah daftar aja, tempat terbatas, karena kapal motornya juga terbatas jumlahnya, yuk, yak, yuk, mari, mari kawan ndaftar langsung ke email aye yang adep@cbn.net. id dan BUKAN mendaftar ke milis batmus atau di multiply ini!
on-kost di-reken pantes Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah) dan itu sudah termasuk semua-muanya, roti buaya, kopi, teh, makanan ringan, bus ac dari sekitaran Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta lho) ke Muara Kamal, kapal motor, tiket masuk ke semua pulau, dan tentu asuransi perjalanan, makan siang ikan bakar "Serba Nikmat" plus Rendang asli Minang sebagai kawan makan nyam-nyam di saat peroet-krontjongan.
Oh iya durasinya kira-kira dari jam 7 pagi kumpul dan kelar jam 17 sore, kembali lagi ke sekitar Museum Fatahillah, ok?
menantiken pendaftaran dengen senjoem simpoel, Ade Purnama (Adep) send me email to: adep@cbn.net. id
Prends !!!
makasih banyak atas partisipasi Batmuswan & Batmuswati dalem ikutan acara pitidi Spoorwegstations di Djakarta ahad silam. soenggoe zeneng zekali terwujudnja acara jang soenggoe melelahkan ini :) tak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih kepada team panitia Batmus yang udah berlari kesana-kemari demi zukzesnja pitidi. terima kasih juga buat Pak Akhmad Sujadi Kepala Humas Kereta Api Daerah Operasional I Jabotabek, pun buat Mas Aditya Dwi Laksana Ketua Indonesian Railway Preservation Society, terima kasih juga kepada Mas Eddy Mardijanto, dan juga spesial tengs kepada Mas Aditya Hatmawan yang sudah pinjemin aye skripsinya yang bertajuk: Perkembangan Transportasi Kereta Api di Batavia 1870-1925, yang bikin ceritanya lebih beragam kemaren hari. ah abis lebaran kita gelar lagi yuk, dengan route yang berbeda, setengah hari aja, mungkin pitidi naar Meester Cornelis, Berlan, dan sekitarnya? terima kasih juga diucapkan kepada Pak Hendy Hendratmo Adji Kepala Balai Yasa Manggarai dan Pak Subur Kepala Stasiun Tanjung Priok. Berkat dukungan bapak-bapak juga acara ini berjalan dengan baik dan menyenangkan.
berikutnya, mohon hamba dimaafkan kerana tidak jadi menggelar pitidi di sepanjang sisa bulan Juli ini kerana team panitianya sedang masuk masa-masa ziboek zekali, Kak Ninta mau ke KL, Kak Deedee mau ke UK, Kak Ican mau ke NL, Kak Joe mau ke EU, Kak Nunu (lho kok jadi acaranya Joshua 10 tahun lalu.. Kak Nunuuuu..). udah ah, gitu aja infonya, jadi pitidi yang tanggal 19 Juli malem ke Museum Sejarah Jakarta (atau bekend dengan sebutan: Museum Fatahillah) ditunda dulu, pun yang terjadi dengan pitidi ke Pulau Onrust <<< nampaknya yang ini mungkin bisa digelar tanggal 3 Agustus, kerana kemaren aye sudah kontek Pak Lilie Suratminto penjaga makam-makam VOC, trus kontek Pak Taufik mantan Kepala Taman Arkeologi Onrust, Pak Mahdi bagian TU sono, dan nampaknya kita bisa masup ke Pulau Bidadari, kerana ini merupakan atu paket daripada taman daripada arkeologi daripada Onrust. so nantiken aje kabar brikoetnja, tetep pantengin Batmilis at the same Batchannel (apa siih)
lalu, lalu, yang ke Djocjakarta-Magelang-Solo begimana? nah, jadi gini, kerana sampe hari ini si singa udara blom ngasih harga pastinya, mak-dar-it, walopun esok atau lusa mereka kasih harga, nampaknya ini pitidi mesti bergeser pelaksanaannya. mengapa? kerana mefet pisan euy. jadinya ancer-ancernya tanggal 22-23-24 Agustus aja nih acaranya kite gelar, pokoknya aye usahain terus dah, so nantikan sahadja chabar goembirahnja...
sekian dan terima kasih, MERDEKA !!!
Memoedjiken dengen sanget hormat, Ade Purnama geng Batmus
ADA APA ??? Ada acara Plesiran Tempo Doeloe
KEMANA AJA ??? keliling dari satu stasiun ke stasiun lainnya 07.30 - 08.00: Kumpul di Stasiun Jakarta Kota 08.00 - 08.30: Cerita tentang Stasiun Beos 08.30 - 09.15: Keliling Stasiun Jakarta Kota 09.15 - 09.30: Siap-siap naek Kereta Api 09.30 - 10.00: Berangkat ke Stasiun Manggarai 10.00 - 10.45: Keliling Balai Yasa Manggarai 10.45 - 11.00: Cerita tentang bus dan PPD 11.00 - 11.15: Siap-siap naik bus PPD 11.15 - 12.00: Berangkat ke Stasiun Tandjok Priok 12.00 - 13.00: Makan Siang dan Istirahat 13.00 - 14.00: Keliling Stasiun Tandjong Priok 14.00 - 14.30: Berangkat ke Stasiun Jakarta Kota 14.30 - 15.00: Tiba di Stasiun Jakarta Kota, Klaar
KAPAN ??? hari minggu, tanggal 13 Juli 2008
BERAPA LAMA ??? dari jam 07.30 sampai jam 15.00
NGUMPULNYA DIMANA ??? di stasiun Jakarta kota
BAYARNYA BERAPA ??? Rp 100,000/orang
CARA DAFTAR & BAYARNYA GIMANA ??? Peserta yang akan mengikuti PTD diminta untuk mendaftarkan diri ke adep@cbn.net. id untuk mendapatkan no. urut ke ikutsertaan. Pembayaran bisa ditransfer melalui salah satu dari 3 bank yang disediakan, dengan turut menyertakan no urut. Misalnya, pembayaran Rp 50,000/peserta, maka ia harus membayar Rp. 50,012 ( dua digit terkahir mengacu ke no urut pendaftaran) Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
Bank MANDIRI: 101.000.44.34. 088: cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
Bank BNI 46: 0148445465 cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA Setelah transfer, harap kirim kabar dengan sms ke 0818-949682 (Adep)
SIAPA AJA YANG BOLEH IKUT ??? semua orang yang punya jiwa raga sehat sentausa yang ingin menambah ilmu, menambah teman baru dan menambah level kenarsisan :-))
UDAH BERAPA BANYAK YANG DAFTAR ??? udah 119 orang
ADA DRESS CODE NYA TAK ??? enggak....tapi rencana nya kita mau pake kaos I LOVE BATMUS.. so bagi yang punya kaosnya, silahkan dipakai
yuk mariiiiiiiiiiiiiiii iiii
salam manis semanis2nya perempuan :-)) deedee
1. Anggi Guswara (soeda bajar) BCA 2. Ica Marica (soeda bajar) MANDIRI 3. (temen Ica) (soeda bajar) MANDIRI 4. (temen Ica) 5. Nadrah Shahab (soeda bajar) BCA 6. Oswald Levi Adri 7. Ma. Teresa Arianne Peligrino (soeda bajar) BCA 8. Ajeng Bakrie (jengster82) (soeda bajar) BCA 9. Fai (temen Ajeng) (soeda bajar) BCA 10. Ita Mugizanti (soeda bajar) BCA 11. Joko Suparman (temen Ita) (soeda bajar) BCA 12. Bayuaji WP (temen Ita) 13. Rini Zaid (soeda bajar) BCA 14. Riana Ambarsari 15. Nani Oey (soeda bajar) BCA 16. Eva (temen Nani) (soeda bajar) BCA 17. Lauw (temen Nani) (soeda bajar) BCA 18. Lina (temen Nani) (soeda bajar) BCA 19. Frans (temen Nani) (soeda bajar) BCA 20. Merry (temen Nani) (soeda bajar) BCA 21. Elizabeth Situmeang 22. (temen Elizabeth) 23. (temen Elizabeth) 24. Herlina Pertiwi (Lina) 25. Narasoma Bayu (suami Lina) 26. Armita Rahardini (Mita) 27. Devi Riani (soeda bajar) MANDIRI 28. Praja Siti (Bebed) 29. (temen Bebed) 30. (temen Bebed) 31. (temen Bebed) 32. (temen Bebed) 33. Devi (Direktorat Museum) 34. Melie Kusumawati (Mely Firly) 35. Firman (temen Mely) 36. Novi Widodo 37. Arini Suryokusumo 38. Liza Sitompul (soeda bajar) BCA 39. (temen Liza) (soeda bajar) BCA 40. (temen Liza) (soeda bajar) BCA 41. (temen Liza) (soeda bajar) BCA 42. Dian Takari Handayani 43. Fadil (putra Dian) 44. Hera Aryani (kakak Lina) 45. Edwin (suami Hera) 46. Ekkel (putra mereka) 47. Tyas Beatleberries 48. (temen Tyas) 49. Trinzi Mulamawitri (speciaal) 50. (mama Trinzi) (very speciaal) 51. Lisa Tasiam 52. (temen Lisa) 53. Ratna Savitri Ryadiani (soeda bajar) BCA 54. (temen Ratna) (soeda bajar) BCA 55. Lani Ganda (soeda bajar) 56. (temen Lani) (soeda bajar) 57. (temen Lani) (soeda bajar) 58. Andy Gultom (via sms) 59. (temen Andy) 60. Rani Sukma (soeda bajar) BCA 61. Sukma Mentari (Tari) (soeda bajar) BCA 62. Andri Satriyo (temen Tari) (soeda bajar) BCA 63. Adis (temen Tari) (soeda bajar) BCA 64. Adela (temen Tari) (soeda bajar) BCA 65. Jessica Rahmawati (temen Tari) 66. Elodia Widiardini (Dini) (soeda bajar) BCA 67. Naindra Erica (soeda bajar) MANDIRI 68. Nalindra (Yinda) (putra Naindra) (soeda bajar) MANDIRI 69. Feta (temen Yinda) (soeda bajar) MANDIRI 70. Ananda (ponakan Naindra) (soeda bajar) MANDIRI 71. Mardi Duo Mardi 72. (temen Mardi) 73. Nuni Noviko (soeda bajar) BCA 74. Regina (temen Nuni) (soeda bajar) BCA 75. Satrio Arief Wicaksono (Atio) (soeda bajar) MANDIRI 76. Ilham Prahatama (abang Atio) (soeda bajar) MANDIRI 77. Wahyoe Santoso (Santo) (ayah Atio) (soeda bajar) MANDIRI 78. Natalie Adelina Widya (Nat) (ibu Atio) (soeda bajar) MANDIRI 79. Manunggal Sukendro 80. (temen Manung) 81. (temen Manung) 82. (temen Manung) 83. Endang Susilowati (soeda bajar) BCA 84. Arman (suami Endang) (soeda bajar) BCA 85. (keluarga Endang) 86. Dwi Martini 87. Silvy (sepupu Dwi) 88. Meilani Saeciria 89. (temen Nani Oey) 90. Hendriyanto (via sms) (soeda bajar) BCA 91. Rahmi Amalia (temen Hendriyanto) (soeda bajar) BCA 92. Anne Hendriani (via sms) 93. (suami Anne) 94. Rina Yustika 95. Riska Melanie (temen Rina) (soeda bajar) BCA 96. QQ damai 97. (adik QQ) 98. Lies Aisyah (soeda bajar) MANDIRI 99. Diaz Azwita (soeda bajar) MANDIRI 100. Ferra Handayani 101. Imanuddin Putranto (temen Rini Zaid) (soeda bajar) BCA 102. Anggraini Pradyaningtyas (Anggie) (soeda bajar) BCA 103. Uce (temen Anggie) (soeda bajar) BCA 104. Candy (temen Anggie) 105. Wisesasari (Seysi) (soeda bajar) BCA 106. Dyah Satriyanti (temen Seysi) (soeda bajar) BCA 107. Shanti Gayatri (temen Seysi) (soeda bajar) BCA 108. Theresia Pattula (temen Seysi) (soeda bajar) BCA 109. Heryus Saputro (Femina) (ngeliput) 110. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA 111. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA 112. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA 113. (temen Ratna Savitri) (soeda bajar) BCA 114. Nusi Gedong Gadjah (via sms) 115. (temen Nusi) 116. Bheno Dian (via sms) 117. Sam (temen Bheno) 118. Westi (temen Bheno) 119. Diaz (temen Bheno) 120. Yayat (temen Bheno) (soeda bajar) BCA 121. Novita Maizir (via sms) 122. Dian Rekasari (temen Novita) 123. Indah Ratu 124. Agum (temen Indah) 125. Eileen Lie 126. Zener Lie 127. Maria Siregar (henriettearistatia ) 128. Mutiara Lestari (temen Maria) 129. Chika (temen Maria) 130. Bonita Tedjaningrum 131. Arirusyadi (via sms) 132. (temen Arirusyadi) 133. Adhari Suryaputra (soeda bajar) BNI 134. Dina (temen Adhari) (soeda bajar) BNI 135. Dimas Satriyo (suami Mita) 136. Haryanti (Yanti) (via sms) 137. Ahmad Hilmi (soeda bajar) MANDIRI 138. Sandec Sahetapy 139. (temen Sandec) 140. (temen Sandec) 141. Andrivina (via sms) 143. Sutrisno Tandera (via sms) 144. Eva Maude Darmawan (temen Sutrisno) 145. Suprapto (temen Sutrisno) 146. Ade Ryani (via sms) 147. (temen Ade) 148. (temen Ade)
Prends !!! terima kasih atas segala info tentang PPD montjong boeaje. yah, memang beta kapengen bikin itoe pitidi (atau PTD jang artinje Plesiran Tempo Doeloe) naekin bus PPD djadoel yeah! kenapa i tanyaken kepada sidang pembaca? karena i mau gelar pitidi tentang transportasi Djakarta, sebab naek kereta api klas economie jang dari Beos naar Priok naga-naganya gatot, alias gagal total, kerna bapak Kadaop (Kepala Daerah Operasional) Jabotabek berkata, jalurnya, spoor-nya (ingat jek, spoor atawa sepur bukan kereta! spoor adalah jalur, kereta adalah trein di bahasa londo). jadi si bapak menawarkan kitaorang naek kereta direksi, yang mana berfasilitas kelas wahid, dengan hembusan ac, tipi, toilet, dll, pokoknya kereta yang biasa dipake pejabat KA, namun... kapasitasnya tjoema boeat 30 orang aja paling mentoggg (sengaja pake g, biar keren!), itupun udah keiisi sama panitia aja, misalnya: Batmus 10 orang, anak IRPS (Indonesian Railway Preservation Society) 10 orang, trus dari PT.KA 10 orang juga jadinya kalopun jadi kita gelar soeda tjoekoep kapasitasnja. so nantinya naek kereta api dari Beos ke Priok via Senen, maka cuma bisa atu gerbong aja, udah gitu Pak Kadaop juga khawatir jika itu kereta anjlok, yah maklum lha kan rel-nya jarang diliwatin ama kereta penumpang umum, biasanya untuk kereta barang aja. nah, pertimbangannya kan kalo kereta barang sampe anjlok, who the hell care about it? trus kalo kite pas acara nanti si gerbong anjlok, walaaah bisa-bisa pade ngoceh dah para pesertanya, udah gitu kita kan pasti biasanya diliput tipi (sok yakin!), kesian nanti orang keretanya dapet berita tak baik buat image mereka *keluh* lalu, lalu, lalu, makanya i belom bisa melempar perihal itu rencana pitidi ke sidang pembaca jang boediman kerna sampe hari ini pun belom beres semua persiapannya. siang ini aja masih mesti dirapatin dan dimantapin lagi pitidi yang tanggal 6 Juli 2006, makanya i kemaren hunting nyari PPD ke banyak pool yang direkomendasiin Batmuswan dan Batmuswati yang soeda kassie kirim soerat-listrik, lajanan pesen singkat, dan bahkan telefoon (makasih Mbak Shanti van Daan Mogot udah ngabarin pool PPD ini). kenapa pake bus? karena perubahan itulah, maka perjalanan si pitidi pun berubah total, jadinya disetting kumpul di Stasiun Jakarta Kota (BEOS), lalu keliling stasiun ini selama kurang lebih 1 jam, lalu naek kereta ekonomi menuju Stasiun Manggarai lewat Stasiun Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Gambir, Gondangdia, Cikini, sampe di Stasiun Manggarai kita keliling lagi, liet-liet loko listrik jadul yang masih ada, trus naek bus, yah pengenya PPD karena PPD adalah kelanjutan dari BVM (Bataviasche Verkeer Maatschappij) , sori kalo info dari gue salah, i belom cek lagi di buku, tetapi yah kayak gitu deh infonya, yeaaah.. ntar deh i kabari lagi yah bok. pertama-tama i berger ke Pool Cawang, sebelomnya jemput Mbak Maya Hadi dan Mas Arief DKS, disono i ketemu sama Pak Rahmat yang kelola poolnya, ngemeng-ngemeng ttg montjong boaje, katanya udah kagak ada di pool itu, dan mungkin ada di Klender, kemudian kami langsung berger ke Pool Klender yang deketnya Pulo Gadung itu, disono masih ada bus-bus PPD biru yang masih beroperasi walopun udah toku semua, dan kata si bapak, emang bus yg montjong, ber-merk: DODGE pada jaman Pak Harto udah pada dimutilasi jadi besi tua, banyak yang dibelah-belah dan katanya sih ada yang dibuang ke Muara Karang. trus kite sempet ke pool Maya Sari Bhakti juga, katanya si montjong udah stop operasi sejak tahun 1989. perjalanan dilanjutkan ke Megaria untuk makan siang! hehe disono kita makan ayam bakar di samping bioskopnya, trus abis itu i makan pempek kapal selem juga (wuidiiiih) nih peroet makin monjong! oh iya bentuk bangunan dari Bioscoop Metropole kini berubah wujud, maksudnya dikembalikan ke gaya dahulu kala, hal ini bisa kami liet dari perbandingan dengan buku yang aye bawa (thanks to Tita van Bandoeng yang udah beliin ini buku di Walanda), namun ketika Jeng Maya Hadi mau potret itu gedung dari arah parkiran, tiba2 diteriakin ama satpam (yang sekilas tampangnya kayak Snoop Doggy Dogg, rapper kondang asal negeri Paman Sam) dan dia bilang kagak boleh motret, halaah gue masih bingung deh alasan gak boleh motret di tempat-tempat kayak gini, bahkan di mall kalo bawa kamera SLR atau yang gede-gede, biasanya ditegor, tapi kalo pake kamera henfon tuh kagak pernah ditegor, padahal kan itu kamera henfon banyak yang udah bisa foto hingga 5 MB bok !!! ya sudh, kelar urusan tentang potret memotret, gue mah santai aja sambil bergumam: ntar loe liet, gue bikin pitidinya kesini dan semua Batmuswan dan Batmuswati gue beri kesempatan untuk motretin Bioscoop Metropole (sekarang menjadi Bioskop Megaria) sepuasnya. yah, betul, i mau bikin PTD: Nonton Bioscoop, dan pelemnya? ntar deh i atur dulu pelem apa yang kita tonton :) abis dari Megaria ini, kita lanjutkan plesir ke gedung Dept. Dalam Negeri yang di Jl.Veteran (deket Es Krim Ragusa) untuk hunting itu motjong boaje, kerna beberapa bulan lalu (atau beberapa tahun lalu yah?) i kayaknya pernah liet tuh bus, atau cuma fatamorgana yah? namun sayang kayaknya kita dateng telat, sampe sana jam 15.30 dan lupa bahwa pegawai negeri kan biasanya pulang cepet. lalu batmobile menelusuri sekitaran Jl. Medan Merdeka Barat, sederetannya Museum Gajah, karena biasanya kan banyak bus-bus karyawan yang parkir, tapi yah gitu deh kok udah pada kagak ada yah bus-nya, apakah kami dateng kelamaan? klaar dari sini, si Arief yang DKS, undur diri mau pulang karena mau ada acara keluarga, kemudian ada telefoon dari Mbak Shanti yang mengabarkan bahwa diaorang pernah liet itu bus montjong boeaje di Pool PPD Daan Mogot, seketika i langsung banting stir kesono via Roxy and lewat Citraland, Indosiar, akhirnya ketemu juga tuh pool, tapi sayang sudah almarhum kerana sudah berubah menjadi lahan pom bensin BBG bernama Divalti, tak ada lagi kehidupan PPD di tanah ini, semua telah berganti semen dan berubah total, ah selesai sudah pencarian beta akan pool PPD untuk hari itu, kini saatnya menyusun strategi baru, entah itu naek bus PPD biasa non AC atau bus PPD AC yang masih kita liet sehari-sehari di jalanan ibukota, tapi i blom kehabisan stamina untuk keep hunting itu montjong boaeje, kerna masih banyak kemungkinan untuk menemukan bus itu, entah dimana... sekian, terima kasih telah membaca kisah pemburuan ini. salam, Adep
 Dear teman teman se-batmus se-tanah air, Pertama2, atas nama moderator saya ingin mengucapkan selamat datang kepada para newcomer yang baru saja bergabung kedalam milis sahabat museum ini. Bagi yang baru bergabung, silahkan baca mengenai Sekilas Sahabat Museum dibawah ini LATAR BELAKANG SAHABAT MUSEUM adalah komunitas anak muda yang peduli dan mempunyai minat yang sama mengenai peninggalan sejarah, heritage, heritage, seni dan budaya nusantara. Komunitas SAHABAT MUSEUM ini dimulai ketika Adep Purnama yang biasa dipanggil ADEP, pelopor SAHABAT MUSEUM (yang kemudian menjadi ketua SAHABAT MUSEUM) tertarik untuk mengikuti perjalanan pertama program Wisata Kampung Tua yang diselenggarakan oleh Museum Sejarah Jakarta pada bulan Juli 2002. Setelah mengikuti perjalanan tersebut, ia mempunyai ide, minat & tujuan untuk membantu museum dalam membenahi acara yang dianggap sangat menarik dan berpotensi untuk dipublikasikan untuk menjadi edutainment kepada masyarakat umum. Untuk itu, ia menghubungi beberapa rekannya yang berpikiran sama, dan sepakat untuk membentuk suatu komunitas pecinta sejarah yang mengajukan konsep education & entertainment dengan nama SAHABAT MUSEUM. TUJUAN Tujuan dibentuknya komunitas SAHABAT MUSEUM adalah untuk berbagi informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah, heritage, seni dan budaya, baik mengenai Indonesia pada umumnya, maupun Jakarta pada khususnya. SAHABAT MUSEUM juga memberikan informasi dan mengadakan kunjungan – kunjungan ke museum museum, lokasi lokasi dan bangunan bangunan yang mempunyai nilai sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. VISI dan MISI Visi SAHABAT MUSEUM adalah untuk memberikan pendidikan sekaligus entertainment (edutainment) kepada berbagai kalangan dengan cara tersendiri. Dengan berbekal pengetahuan yang matang mengenai sejarah Jakarta, pengalaman serta jiwa entertain yang penuh semangat, SAHABAT MUSEUM telah membuktikan kesuksesannya dalam merangkul masyarakat awam untuk tertarik terjun dan berpartisipasi dalam kegiatan SAHABAT MUSEUM. Misi yang ingin dicapai oleh SAHABAT MUSEUM adalah untuk mensosialisasikan semua itu dan mewujudkan cita-cita untuk dapat menjadikan Jakarta sebagai kota sejarah yang dikenal dunia internasional. Moderator Bagi kalian yang baru saja bergabung, milis ini dibantu oleh 4 moderators (deedee caniago, ninta sebayang, mayasari taufik, galuh fajar). Hingga saat ini, tanggal 23 Juni 2008, anggota milis sahabat museum sudah mencapai 3672 orang. Plesiran Tempo Doeloe Acara tetap bulanan kami adalah acara Plesiran Tempo Doeloe, biasa disingkat dengan PTD (atau PiTiDi kalo yang ngomong Cinta Laura), yaitu acara jalan2 sejarah santai mengunjungi beberapa lokasi sejarah. PTD terbagi dalam 2 jenis, PTD dalam kota dan PTD luar kota. PTD dalam kota biasanya diadakan sebulan sekali, yang jatuh pada hari minggu diakhir bulan nya (catet yaaa), sedangkan untuk PTD luar kota biasanya sesuai dengan jadwal yang sudah dilemparkan ke milis sebelumnya. Semua anggota BatMus atau bukan bisa mengikuti acara dan kegiatan BatMus asalkan sehat jasmani & rohani, dan mengikuti ketentuan & peraturan yang berlaku. Untuk mengikuti acara PTD, calon peserta bisa melihat pengumuman atau informasi acara yang biasanya di posting di milis beberapa minggu sebelum acara, kemudian mendaftarkan diri dengan mengirimkan email ke adep@cbn.net.id BUKAN ke milis BatMus. Dan setelah mendapatkan konfirmasi keikutsertaan & nomor urut, calon peserta akan diminta untuk mentransfer biaya keikutsertaan acara. Biaya keikutsertaan PTD dalam kota sebesar Rp 30,000 sampai Rp 75,000/orang (tergantung program & lokasi plesiran), sudah mencakup kunjungan & tiket masuk ke lokasi2 sejarah atau bangunan2 tua, informasi yang diberikan oleh nara sumber, snack ringan khas BatMus (roti buaya) & kadang2 ada tambahan tontonan film sejarah, diskusi atau bedah buku, keceriaan dan syukur2 bisa masuk koran/majalah/TV karena BatMus sering sekali diliput oleh media di setiap acaranya ;-) Cara keikutsertaan PTD luar kota hampir sama, hanya saja biaya PTD luar kota berbeda setiap kota nya, tergantung lokasi tujuan wisata, biaya transportasi, akomodasi, makanan, dll dsb, dan biasanya calon peserta PTD luar kota akan sebelumnya akan diminta untuk transfer down payment (DP) beberapa minggu dimuka. Cara pembayaran PTD bisa melalui 3 bank yang disediakan : Bank BCA : 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
Bank MANDIRI : 101.000.44.34.088: cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA Bank BNI 46 : 0148445465 cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA Peraturan Mailing List Sahabat Museum - Milis ini dibangun untuk ajang berdiskusi dan berbagi informasi tentang hal hal yang berhubungan dengan sejarah, heritage, tempo doeloe, kegiatan kegiatan batmus dan semua hal2 yang terkait didalamnya. Siapa saja boleh menjadi anggota, dan boleh ikut serta berpartisipasi dalam segala macam acara dan kegiatan batmus
- Semua member milist diperbolehkan mem posting segala macam informasi yang berhubungan dengan hal hal tersebut diatas
- Dilarang menggunakan media ini untuk promosi bisnis pribadi/perusahaan, iklan yg tidak berhubungan dengan forum, MLM, mengirim email yang berisikan chat (email pendek/sepotong tanpa identitas yang jelas), email berantai dan sejenisnya.
Setiap anggota yang melanggar akan langsung dikeluarkan/ Banned dari milis tanpa/dengan peringatan terlebih dahulu - Mohon perhatikan sebelum mengirim email membaca kembali apakah email tersebut pantas dibaca oleh ratusan orang yg tidak membutuhkannya, jadi silahkan japri ke email yg bersangkutan juga hindari cross posting, supaya tidak menjadi junk mail yang memenuhi kapasitas inbox
- Attachement tidak diperbolehkan di milis untuk menghindari virus yang sering menyerang milis. Apabila ada photo photo atau gambar gambar yang ingin di sharing, silahkan masukan link ke website yang memuat photo-photo tersebut
- Silahkan Bertukar informasi dan berdiskusi dengan baik, bersahabat, dan
dengan semangat membangun. Hindarilah perdebatan yang tidak perlu yang mengarah ke perpecahan - Saat me-reply disarankan untuk menghapus baris-baris "quote" yang sudah tidak
diperlukan agar tidak membingungkan pembaca, sekaligus mengurangi besar email. - Diperkenankan mengirim cuplikan artikel dengan menyebutkan sumber aslinya.
Jika artikel tersebut tersedia di Internet, mohon disertakan alamat URL aslinya. dan apabila FW mohon di hapus bagian yg tidak perlu - Mohon mengisi kolom "SUBJECT", sesuai isi email anda.
Gunakan "Plain Text" dalam pengiriman email, hindari "Rich Text" atau "HTML format". - Gunakan bahasa yang sopan dan sederhana yang bisa dimengerti oleh semua orang, dikarenakan anggota milis terdiri dari berbagai macam latar belakang dan usia yang berbeda
- Apabila menanyakan sesuatu, harap menunggu respond dengan sabar dikarenakan tidak semua orang mempunyai akses internet selama 24 jam, sehingga perlu waktu untuk menjawab semua pertanyaan pertanyaan yang diajukan. Semua angota milis dipersilahkan untuk saling membantu sharing informasi yang diketahui mengenai pertanyaan pertanyaan yang diajukan, maupun mengenai informasi seputar sejarah, heritage, tempo doeloe yang menarik untuk di sharing ke semua anggota milis
- Bagi yang melanggar ketentuan-ketentuan di atas, emailnya dapat di-moderat atau bahkan langsung di-banned oleh Moderator tanpa/dengan pemberitahuan sebelumnya
- Moderator berhak untuk melakukan perubahan terhadap ketentuan ini sesuai dengan
kebutuhan. Sekilas singkatan2 yang sering digunakan di milis BatMus 1.BatMus = Sahabat Museum 2.PTD = Plesiran Tempo Doeloe = acara jalan2 & plesiran sejarah bulanan BatMus 3.PinTong = Pindah Tongkrongan = acara kumpul2 anak2 BatMus yang berpindah2 dari satu tempat ke tempat lain dalam satu harinya. Bisa nonton bareng (film sejarah/dokumenter/atau film 21 yang terkini),photo2 bareng, ngafe & ngupi bareng, makan2 bareng, karaoke bareng,dll dsb. Multiply Untuk melihat ”wajah” teman2 anggota BatMus, silahkan add : Multiply : http://sahabatmuseum.multiply.com Sekian sekilas informasi mengenai sahabat museum. Apabila masih ada yang perlu ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui jalur pribadi (japri) alias email ke adep@bn.net.id, HP di 0818-949682 atau join milsnya di sahabatmuseum@yahoogroups.com Sekali lagi saya ucapkan selamat datang, selamat bergabung, happy posting & enjoy your stay Salam, Deedee Caniago PR/Moderator
search aja sahabatmuseum@yahoogroups.com trus subscribe untuk menjadi membernya maka kalian akan ke update dengan informasi mengenai sejarah, heritage & tempo doeloe, berikut dengan jadwal PTD nya salam, moderator
Prends !!! minggu ini, ketenye sih Batmus nongol Anteve hari Minggu, dalem acara Topik (entah yang siang atau yang petang), trus juga hari Senen tampil di acara DKI 15 O Channel (entah yang pagi atau yang di malam hari, kayaknya yang malam diulang deh..)
trus tanggal 3 Juli tampil di acara Cas Cis Cus Anteve jam 10 pagi hmm kok jadi banyak tampil ya?
salam, Adep
Prends !!!
Batmus hadir di majalah Urban Style tapi entah di halaman berapa, karena i juga blom liet ntuh majalah hehehe pokoknya lu beli dulu aja deh, ntar ceritain ke gue yah, abis susah euy nyari ntuh majalah, *keluh & keluh* (eh iye, ini majalah apa tabloid?)
salam, Adep
Intro ; PiTiDi (Plesiran Tempo Doeloe) naek sepeda onthel keliling2 kota sudah 3 kali diadakan oleh Sahabat Museum atau yang lebih dikenal dengan nama batmus. Tapi PiTidi ujan2an ? baru satu kali ini kami adakan. Minggu, 15 Juni 2008 : 05.00 pagi, saya sudah bangun dan melihat keadaan cuaca diluar yang hujan lebat, saya tidak khawatir, karena pengalaman2 sebelumnya mengadakan acara PiTiDi diluar musim hujan, biasanya sang hujan akan berhenti pada pukul 07.30 - 08.00 pagi. Tapi ketika berangkat menuju TKP pada pukul 06.00, saya mulai deg2an. Hujan bukan nya berhenti, tapi malah turun makin lebat. Saya pikir, ah, paling paling hujannya cuma di sekitar daerah Lebak Bulus aja derasnya, tapi ternyata, Ninta, rekan MC saya yang tinggal di daerah Bekasi juga mengabarkan hal yang sama, dan beberapa teman dari berbagi lokasi juga mengabarkan hal yang sama. Waaaaaa, bakalan kacau nih, pikir saya. Jangan2, nanti nggak ada yang dateng. Kalaupun dateng, paling-paling cuman 50 orang aja, waduh ! Bertiga dengan Trinzi, saya dan Adep menjemput satu teman panitia, Cindi, kemudian langsung meluncur ke Museum Bank Mandiri, tempat starting point kami untuk acara PTD Tembok Tua naek sepeda onthel keliling tembok tua ini. Sampai di TKP, saya, Trinzi, Cindi dibantu oleh Andreti, Ninta & Ican langsung gotong royong memasukan kue2 kedalam plastik
Kalo dikantor mah, boleh aja jadi eksekutip (pake P), tapi di batmus, semua orang jadi kuli, nggak pandang bulu semuanya kerja secara sukarela dengan riang gembira. Waktu sudah menunjukkan waktu 07.15 ketika dua peserta mulai datang, dan ketika waktu menunjukkan pukul 07.30, baru segelintir orang yang datang dikarenakan hujan yang mengguyur Jakarta tidak kunjung berhenti. Saya mulai khawatir dan prihatin, dari 200an peserta yang sudah daftar, kemungkinan yang datang hanya akan ada dalam hitungan jari saja (jari semua pantia dikumpulkan maksudnya). Akan tetapi, telp tidak berhenti berdering ke no HP adep untuk menanyakan kelangsungan acara, dan adep mengkonfirmasikan bahwa acara tetap akan berjalan, tapi mungkin waktunya akan mundur menunggu hujan berhenti, sehingga calon peserta pun menguatkan niat untuk datang.
Hingga pukul 08.00 pagi, hujan belum juga berhenti, tapi yang menyenangkan, peserta mulai bertambah banyak, sehingga akhirnya pada pukul 08.20, sekitar 150 peserta sudah berkumpul kami pindahkan aula ruang serba guna untuk melihat slide show batmus dalam liputan media, sambil menunggu teman2 lainnya datang. Beberapa muka lama seperti (mas adri, trie, lala,maya, ariane, dewi, bonita, atio sekeluarga, serta satu teman baru dari Multiply *dadah2 ke ditto*, dan lain lain bermunculan, tetapi lebih banyak lagi muka baru, dikarenakan acara naek sepeda onthel ini sudah ketiga kalinya kami buat, sehingga peserta lama yang sudah pernah ikut tidak ikut lagi untuk trip ini.
Pada pukul 08.30 pagi, acara pun kami buka dengan memperkenalkan batmus kepada para peserta yang baru pertama kali bergabung, kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan Mas Firman sebagai tuan rumah dari Museum Bank Mandiri yang memberikan sambutan selamat datang, kemudian kami juga memperkenalkan Meneer Lilie Suratminto, ahlinja riwajat Batavia; Meneer Nico van Horn, toekang arsip KITLV, Meneer Andy Alexander, pemerhati peta djadoel Djakarta Lama, yang akan menjadi nara sumber kami hari ini. Bapak Lilie mulai memberikan presentasi dan sharing ilmu yang beliau punya mengenai tembok tua selama 30 menit, sementara peserta pun terus berdatangan hingga jam 09.00 pagi. Ketika hujan belum juga berhenti juga pada jam 09.15 pagi, maka waktu kegiatan yang seharusnya sudah naik ojek sepeda onthel untuk menuju Museum Bahari kami ganti ke plan B, yaitu keliling gedung Museum Bank Mandiri sambil menunggu hujan berhenti. Peserta dibagi 4 kelompok, dan dipandu oleh mas Firman, mas Wage, mas Kartum & mbak Mei Mei yang mengenakan pakaian noni belande tempo doeloe, dan mereka semua mengelilingi Museum Bank Mandiri sambil mendengarkan cerita2 sejarah mengenai koleksi yang dipunyai oleh Museum Bank Mandiri. Oh ya, buat yang belum tau, batmus adalah komunitas pertama yang membuat acara mengeliling & memperkenalkan Museum Bank Mandiri ini looohh. Museum Bank Mandiri http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Mandiri Sejarah museum Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor, kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31-12-1968, gedung tsb pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri Arsitektur bangunan museum Gedung Museum Bank Mandiri (ex-Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM)) dirancang oleh 3 orang arsitek belanda yaitu J.J.J de Bruyn dan A.P. Smits dan C. van de Linde, Gedung ini mulai dibangun tahun 1929 dan pada tanggal 14 Januari 1933 dibuka secara resmi Oleh C.J Karel Van Aalst, Presiden NHM ke-10. Gedung ex-NHM ini tampak kokoh dan megah dengan arsitektur Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik Koleksi museum Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktifitas perbankan tempo doeloe dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan Operasional bank, Surat Berharga, Mata Uang Kuno, brandkast, dan lain-lain. Koleksi perlengkapan operasional bank tempo doeloe yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture masih asli. Museum Bank Mandiri terletak di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat Sementara peserta muter2, tampak Pak Lilie dan Pak Nico di interview oleh 3 televisi yang meliput (Anteve, Trans TV, O Channel & RCTI). Sewaktu Pak Nico -yang sudah sering jadi nara sumber batmus - yang fasih berbahasa Indonesia tersebut diwawancara, kami ribut menggoda beliau “cieeee, Pak Nico masuk tipi, ntar semua keluarganya di Belanda pasti dikasih tau deh” yang membuat muka Pak Nico memerah dan beliau tertawa2, sehingga kami “diusir dengan hormat” oleh crew TV dan Pak Nico harus mengulang wawancara tersebut, hehe Setelah satu jam putar2 di Museum Bank Mandiri, alhamdulillah hujan pun reda dan peserta kelompok pertama sudah bisa kami persilahkan untuk turun ke basement dimana ratusan ojek yang sudah di koordinir oleh Bapak Tarmizi sudah stand by dengan nomor ojek masing2. Jangan kan anak2, teman-teman seumuran (ya, seumuran gue, puassss?) yang belum pernah naek ojek sepeda onthel terlihat sangat excited, karena ini merupakan pengalaman mereka pertama kali naek sepeda onthel tersebut. Mereka berpengangan dengan takut-takut, dan bingung sambil nanya ke panitia, bagaimana cara megang yang baik dan benarnya, harus pegang sepedanya, atau pegangan dengan abang ojek nya, hihihi.
Okeh, peserta kelompok satu sudah siap, dan sekitar 15 menit kemudian, rombongan pertama yang dipimpin oleh adep meninggalkan lokasi untuk menuju Museum Bahari diiringi dengan tiupan trompet dari para opas dan tepuk tangan teman2 lainnya. Sementara peserta kelompok satu yang sudah tiba di TKP keliling Museum Bahari, saya dan panitia lain yang masih di basement Museum Bank Mandiri mempersiapkan keberangkatan peserta kelompok kedua, ketiga dan ke empat untuk menuju ke tempat yang sama. Beberapa peserta yang berbadan “lebih besar” dari yang lain menawarkan diri untuk membawa sepeda dan sebaliknya malah memboncengkan sang abang ojek nya karena nggak tega sama abang ojek yang sepertinya berusaha “berjuang sekuat tenaga” untuk mengayuh sepeda, hehe. Satu abang ojek merasa deg2an & khawatir untuk melepaskan sepeda nya yang dikendarai oleh Sandec yang berbadan besar dan bertampang seram dengan tattoo diseluruh badan sampai akhirnya panitia berhasil menyakinkan sang abang bahwa Sandec adalah peserta PTD yang baik hati dan tidak sombong sehingga abang tersebut dengan lega melepaskan sepedanya untuk dibawa Sandec & anaknya sambil diiringi dari belakang, hehe. Detik2 terakhir pemberangkatan ini panitia sempet deg2an karena sepeda onthel yang sudah kami pesan sebanyak peserta yang membayar yaitu 210 ternyata kurang !!! Ternyata crew TV yang seharusnya meliput naik mobil masing2 pada saat terakhir memutuskan untuk ikut sepeda ojek tanpa memberitahukan panitia, sehingga sebanyak 14 peserta tidak dapat sepeda sehingga kami harus menunggu beberapa saat lagi. Untungnya daerah kota merupakan surga bagi sepeda ojek, biarpun nunggunya sedikit lama, akan tetapi beberapa menit kemudian ke 14 peserta tersebut berhasil keangkut dan menuju lokasi berikutnya. Pheeeewww, bisa nafas lagiiii Museum Bahari. http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bahari Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC. Disajikan pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Di sisi lain ditampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan nelayan dan pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), tehnologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara. Melengkapi penampilan kebaharian Indonesia, museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam. Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Barat. Pada masa pendudukan Belanda bangunan yang saat ini dipergunakan untuk museum dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, (diantaranya adalah rempah-rempah) yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat alris di pasaran Eropa. Bangunan yang berdiri persis disamping muara sungai [Sungai_Ciliwung|ciliwung]] ini terdiri dari 2 sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771), sedang yang disisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari 4 unit bangunan, dan 3 unit diantaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976 bangunan cagar budaya ini dipugar, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari. Sampai di Museum Bahari, peserta dikumpulkan diruangan ber AC dan semuanya tampak duduk manis mendengarkan penuturan Bapak Andi mengenai VOC dan peserta tampak sibuk menyimak dan mendengarkan dengan tenang. Diakhir presentasi banyak teman-teman yang memberikan pertanyaan seputar informasi yang baru di presentasikan oleh bapak Andi.
Setelah sharing informasi tentang VOC ini selesai, seharusnya, acara dilanjutkan untuk berkunjung ke tembok tua, akan tetapi, dikarenakan hujan yang turun dari malam sebelumnya dan baru berhenti sekitar jam 10 pagi yang menyebabkan kondisi lokasi dengan air tergenang tinggi, tanah yang becek & licin yang bisa membahayakan keselamatan peserta, maka dengan sangat menyesal kunjungan ke lokasi tersebut kami batalkan. Peserta kemudian kami ajak untuk berphoto diatas tembok tua Museum Bahari dengan grupnya masing2 secara bergantian, sementara dari kejauhan saya lihat Adep, Pak Andi dan beberapa teman batmus tampak di wawancara oleh televisi2 swasta tersebut ( waaaaaa...kenapa bukan aku yang masuk tipiiiiiiii ??? ) :-P, dan selebihnya, semua peserta PTD tampak ber photo-photo disekitar Museum Bahari Kemudian masing2 grup kembali naik sepeda onthel untuk kembali ke tempat semula, Museum Bank Mandiri untuk berdiskusi mengenai hal2 yang masih hendak ingin ditanyakan seputar cerita2 sejarah tembok tua, sambil makan siang nasi padang gulai ayam basalero dan duduk di lesehan aula ruang serba guna. Sekitar pukul 12.30 siang, selesai acara makan, tanya jawab seputar acara PTD, batmus dan cerita sejarah, (termasuk jualan kaos PTD ), maka saya, ninta & adep pun menutup acara diiringi oleh tepuk tangan semua peserta yang hadir.
Atas nama panitia PTD Tembok tua 15 juni 2008, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para panitia, juga teman2, bapak2 & ibu2 dan adik2 semua yang telah meluangkan waktu untuk menikmati acara Plesiran Tempo Doeloe ditengah hujan deras. Salut, walaupun badai menghadang, semuanya tetap semangat untuk datang. Senangnya bertemu dengan teman-teman lama juga berkenalan dengan teman-teman baru. Keep the spirit high !!!
Mohon maaf atas”force majeur” alias kendala cuaca yang tidak bisa kami kontrol sehingga kunjungan ke lokasi tembok tua kami batalkan, akan tetapi semoga dilain waktu kami bisa mengadakan kunjungan kesini lagi dengan kondisi cuaca yang lebih baik.
Sampai jumpa di acara berikutnya, naik kereta api Station Beos – Station Tandjong Priok, catat dulu tanggal nya, 6 Juli 2008. Photo2 selengkapnya bisa dilihat di : http://sahabatmuseum.multiply.com/photos/album/17/Plesiran_Tempo_Doeloe_Tembok_Kota_naek_sepeda_onthel_15_Juni_2008
Yuk, mariiiiiiiiiiiiiiiiii salam, deedee caniago SAHABAT MUSEUM
buruan beli majalah TAMASYA terbitan bulan Juni 2008 Halaman 100-101 Ingin berkumpul dengan orang-orang yang mencintai sejarah Nusantara atau segala hal yang terkait dengan tempo doeloe ? Komunitas Sahabat Museum adalah tempatnya. Banyak yang bilang anak muda sekarang makin sedikit yang perduli dengan sejarah bangsa ini. Hmmmmm...mungkin tidak sepenuhnya benar. Buktinya, masih ada sekelompok orang muda yang tetap asik jalan jalan sendiri sambil mengulik rangkaian benang merah sejarah bangsa ini. Kaum Muda Pecinta Sejarah
Sahabat Museum, itulah nama kumpulan orang muda para pecinta sejarah tempo dulu ini. Menurut Ade Purnama, salah seorang yang pionir, komunitas yang populer dengan nama Batmus ini ditujukan bagi mereka yang cinta sejarah Indonesia. Sejak terbentuk tahun 2002 lalu, bisa dibilang komunitas ini merupakan komunitas sejarah teraktif dan terpopuler di Jakarta, bahkan di Indonesia.
Berdasarkan dara dari yahoogroups yang menjadi basis komunitas ini, jumlah anggota batmus saat ini mencapai 3,639 orang ! Anggota mailing list ini juga bukan hanya dari Indonesia, melainkan dari berbagai negara lain seperti Amerika, Singapure, Belanda, dan sebagainya. Mengingat komunitas ini terbangun dan besar dari dunia maya, maka tak heran bila membernya menggunakan mailing list sebagai media utama untuk saling berkomunikasi. Meski ketertarikan ini pada sejarah, bukan berarti komunitas ini sangat resmi dengan berbagai kegiatan yang serba kaku dan tidak asik. Ternyata batmus sangat Independent dan santai. Komuntas ini tidak mempunyai sekretariat, pengurus resmi, berikut peraturan-peraturan tertentu yang harus dipatuhi oleh para anggotanya. Kalaupun ada semacam kordinator untuk sebuah trip, biasanya hal itu ditujukan bagi kelancaran dan kenyamanan secara administratif bagi peserta trip. Jalan-Jalan Sepanjang tahun.
Dalam setahun, komunitas ini bisa menggelar 17 kali perjalanan yang disebut Plesiran Tempo Doeloe (PTD). Dari tahun 2002 hingga saat ini, terhitung sudah lebih dari 50 perjalanan yang dilakukan oleh komunitas ini bersama para anggotanya. Selain melakukan trip ke berbagai daerah, terkadang Batmus juga menggelar acara ngobrol santai di sebuah museum sambil berbincang2 bincang mengenai sejarah atau menonton film sejarah bersama-sama di akhir pekan. Tentunya kegiatan yang diberi nama Pintong (Pindah Tongkrongan) yang dikemas dengan santai dan cukup menarik ini bisa jadi menjadi ajang menarik bagi putra putri anda. Belajar sejarah tidak melulu lewat buku dan monolog dari guru sejarah yang bisa bikin ”ngantuk” kan ? Selain museum, gedung gedung tua bahkan pulau pulau yang mengandung nilai sejarah juga menjadi destinasi yang sering dikunjungi Batmus. Selain menjelajah Jakarta, berbagai trip ke sejumlah objek di Bogor, Cipanas, Cirebon, Bandung, Semarang, Ambarawa, Surabaya, Malang, Mojokerto, Sumatera Barat, Medan, Tana Toraja, Bunaken, hingga Pulau Banda Neira di Maluku pun sudah digelar. Tahun ini, rencananya lebih banyak mengadakan trip yang lebih seru ke berbagai daerah di indonesia. Anda juga tertarik dengan sejarah, museum, heritage, jalan-jalan, photographi, makan-makan, atau segala sesuatu yang berbau ”tempo doeloe?”. Silahkan bergabung dengan komunitas ini. Langsung aja daftar kan diri anda ke sahabatmuseum-subscribe@yahoogroups.com Selanjutnya, anda pun bisa menyusuri kisah masa lalu negri ini sekaligus menambah teman, pengalaman perjalanan wisata anda.
   
Prends !!!
beli majalah Tamasya gih! ada Batmus tuh, 2 halaman, di halaman 100 dan 101 ya. sekian dan terima kasih...
salam, Adep
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kelilingin Tembok Kota Jadul Kumpul di Museum Bank Mandiri, diseberangnya Stasiun Kota Minggu 15 Juni djam 07.30 di pagi hari Rp. 75 ribu/orang, sudah termasuk: (thee en koffie) (makanan ketjil) (makan siang nyam2) (Tiket masuk ke dalem Museum Bahari) (Tiket kelilingin isi Museum Bank Mandiri) (Masuk ke dalem Goedang Bagian Timoer) (diceritakan oleh Meneer Lilie Suratminto, ahlinja riwajat Batavia) (Meneer Nico van Horn, toekang arsip KITLV, fresh from Holland) (Meneer Andy Alexander, pemerhati peta djadoel Djakarta Lama) (diboncengin ojeg sepeda, kagak perlu bawa sepeda sendiri ya) (oh iya bayarnya ditransfer aja yah biar kita bisa booking ojeg sepedanya dan biar si abangnya juga siapin tenaga)
Mulai PTD (Plesiran Tempo Doeloe) yang ke-60 ini, doeit soeda dapet ditransfer ke laen-laen bank, seperti: Mandiri dan BNI 46 Jadi sekarang bisa transfer via 3 Bank: BCA-Mandiri- BNI 46 Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)
(tolong kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!) (anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?) (semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp. 75.000/orang
(oh iya letak Museum Bank Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya niiiiih, nyebrang ke kiri jalan aja, kalo ke kanan khan ke Stasiun Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya yg gede banget, dan di situ juga ada plang yang bertuliskan: Museum Bank Mandiri. dan kalo pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik yang di depan maupun yang di dalem gedung, masuk ke belakang, banyak kok parkirannya, ok?)
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Pernah denger Tembok Kota Batavia? Pernah denger Jl.Pintu Besar? Pernah denger J.P.Coen? atau pernahkah dengar tentang Batavia yang disebut dengan Kota Tahi? Adduh kok jadi jorok gitu... emang gmana kejadiannya dan dimana tempatnya? Nah daripada bingung, sehingga jadi bengang-bengong dan planga-plongo kagak karuan, mendingan ikutin aja acaranya SAHABAT MUSEUM yang okeh punya, yaitu program:
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tembok Kota Batavia Minggoe tanggal 15 boelan Juni tahon 2008 djam poekoel 07.30 sampe klaar djam 12an
Boeat dapet kasengan hati, bole dibilang plesir koeliling bilangan Kota Tua Jakarta ada meroepaken saboaeh obat jang mandjoer plus moestadjeb, dan djoega bole bikin badan mendjadi sihat sentausa. Maka dari itoe, kitaorang aken adjak toean en njonja beserta sobat-ande oentoek ikoetin programma jang ja-goed (yahud) poenja, ia itoe koelilingin Kota Batavia (tjikal-bakal kota Djakarta), jang diberdiriken oleh Gouverneur-Generaal J.P.Coen pada tahon 1619. Ini kota doeloenja orang kerap seboet sebagi Djajakarta, namoen di hari 30 Mei 1619, pasoekan VOC kassie serangan itoe bilangan, sehingga achirnja bole didoedoeki oleh olang walanda selama ratoesan tahoen, jakni sedjak tahon 1619 hingga tahon 1942 tatkala Tentera Dai Nippon masoep ka Noesantara.
Ini atjara jang saban saboelan sekali diadaken SAHABAT MUSEUM, boeat ini tempo aken kassie tjerita perkara itoe Tembok Kota jang dibikin oleh pedagang-pedagang VOC oentoek lindoengi diri dari pasoekan perang Banten, Cheribon, Mataram, dan pasoekan laen-laennja. Moengkin toean dan njonja sadikit bertanja perihal misih adanja itoe tembok. Kitaorang aken kassie djaminan moetoe jang bikin hati toean dan njonja goembirah, apalagi nantinja kitaorang bisa bikin foto bareng opas-opas jang sedeng berdjaga-djaga di atas Tembok Kota bagian Utara Batavia (oh iya ttg naek ke tembok ini, kita kagak perlu manjat-manjat pake tali, tetapi ada tangganya yang mengarah ke bagian jalan panjang di bagian atas Tembok Kota yang kokoh ini)
Riwajat tentang orang-orang Belanda jang notabene pedagang ini, aken ditjeritaken oleh Pak Lilie Suratminto, saorang doktor di bidang batjain nisan-nisan Belanda (dduh apa sih istilahnya? yang pasti Pak Lilie ini jago bahasa Belanda, kebetulan beliau juga seorang dosen Sastra Belanda di UI). Lantas nantinja aken ada Pak Andy Alexander, saorang pemerhati sedjarah dan dojan oprek-oprek peta djadoel, laloe ditibanken ke peta sekarang, yah teknik super-impose gitu deh, sehingga kita bisa dapet ketahui secara persis dimana letaknya Kastil Batavia, Pertempuran VOC melawan Mataram, bahkan letak persisnya rumah J.P.Coen !!! oh iya di tempat ini juga pernah terjadi sebuah kisah cinta yang memilukan, sebab-sebab bitjaraän jang manis jang kaloear dari montjong saorang lelaki, sahingga satoe gadis misti terdjeblos dalem djoerang kasangsarahan. Yah, kisah ttg Sarah Specx, jang di-straf (hukum) tjamboek kerana soeda bikin J.P.Coen terbakar amarahnja tatkala katahoei itoe kisah asmara jang ada betoel soeda terdjadi di roemahnja. Sang Gouverneur-Generaal Jan Pieterszoon Coen achirnja lakoeken soewatoe tindakan jang kedjem, djahat, soeka kaniaja (aniaya) orang dan kamoedian dirinja djadi soesa dan sengsara, kitaorang nantinja aken kassie liet itoe gambarnja J.P.Coen, soepaja toean en njonja bisa liet tampangnja, ditanggoeng djadi panas hati bila lietin itoe gambar (hehehe sori tentang kalimat belakang ini gue ambil dari iklan buku tentang orang yang kejam, cuma di-copy paste aja, biar dramatis :p) Lantas djoega ada Meneer Nico van Horn jang aken toeroet bertjerita tentang VOC, tenang aja Pak Nico ini jago berbahasa Indonesia, Belanda apalagi (yah iyalaaahhh!)
Djangan chawatier bila toean atawa njonja kaloe-kaloe mahoe kendarai itoe kereta angin, kerna kitaorang soeda siapken toekang ojeg sepeda jang dengen hati seneng aken kassie bontjeng, tetapi djikaloe toean atawa njonja djoega kapengen menggendjot itoe sepeda, kitaorang bersilaken, awas itoe fietsen ada sadikit berat, ati-ati djatoh, katjoewali toean atawa njonja poenja badan jang keker dan betis jang koewat oentoek gowes itoe sepeda (ddduh goweeees, Melisa banget! kring-kring, gowes, gowes, kring-kring, gowes, gowes!)
Boeat para toean, berpakeanlah setjara netjis dan parlente, siapa tahoe nantinja ketemoe dengen nona-nona manis mentjari lelaki, haiiyaaaaah! Pendeknja orang nanti tiada menjesel ikoetin ini programa, sabaliknja bisa djadi girang hati, kerna plesir koeliling Kota Tua Jakarta. Djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, kali aja kegerahan. djikalaoe nanti pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran precies sasoedanja itoe hoedjan brenti. zo, plesiran tetep dilaksanaken zonder ampoen :)
Inget, koempoelnja di Museum Bank Mandiri jang pernahnja (letaknya) di Jl. Pintu Besar Utara, atawa kerap diseboet Jl. Lapangan Station, kerna locatienja precies diseberangnja station trein. Kitaorang djoega aken tjeritaken perkara nama Pintu Besar, jang terambil dari satoe pintoe jang besar bernama: Niuewpoort, jang diboeka saban hari hingga djam poekoel 9 malem, jang didjaga oleh schutterij (pasoekan milisie), poela ada jang bernama Pintoe Ketjil, jang sekarang mendjadi nama bilangan jang loemajan kesohor di bilangan Djakarta Kota. Kamoedian kitaorang aken kassie tjerita tentang pertempoeran jang soeda betoel terdjadi pada tahon 1629, tatkala pasoekan VOC soeda tiada poenja amoenisie boeat kassie bales itoe serangan pasoekan Mataram jang beringas, lantas marika kassie lempar itoe marika poenja kotoran kepada orang Java jang lagi semangatnja mandjatin tembok koeboe pertahanan bernama Hollandia, sakoetika kedengeran oempatan kasar dari moeloet orang Java jang treak: "O Seytang orang Ollanda de bakkalay samma tay!". walah! Makanya Kota Batavia, sempat disebut sebagai Kota Tahi pada masa penyerangan Mataram ini. Nah dimana letak kubu Hollandia ini? Sabar, nanti Pak Andy Alexander akan kasih liet lokasi itu benteng secara tepat, yang sekarang telah menjadi pusat perdagangan yang rame di Glodok !
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net. id (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)
Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34. 088: ADE HARDIKA PURNAMA dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA (oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)
Tjara membajarnja/ transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18, maka Mas Boy transfernja = Rp.75.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.75018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke nomer urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.75.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Programma ini didoekoeng sepenoehnja oleh Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Station No.1, Kota
Memoedjiken dengen hormat, Ade Purnama (Adep) Sahabat Museum 0818 94 96 82
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Plesiran Tempo Doeloe: Tembok Kota Batavia 15 Juni 2008 07.30 - 08.00: Kumpul di Museum Bank Mandiri, Jakarta Kota 08.00 - 08.30: Penjelasan tentang Tembok Kota dan Batavia 08.30 - 09.00: Siap-siap naek Sepeda Onthel dari belakang MBM 09.00 - 09.30: Berangkat ke Museum Bahari, Tembok Kota Utara 09.30 - 10.00: Cerita Museum Bahari dan Gudang VOC dahoeloe 10.00 - 10.30: Foto-foto dari atas Tembok Utara Kota Batavia 10.30 - 11.00: Siap-siap berangkat ke Gudang Sisi Timur 11.00 - 11.30: Keliling seluruh sisi dari Gudang Sisi Timur 11.30 - 12.00: Kembali ke Museum Bank Mandiri 12.00 - 13.00: Makan Siang Abis-Abisan yeaah!
Prends !!! rencananya Batmus dan IRPS (Indonesia Railway Preservation Society) akhir Juni nanti mau bikin acara yang yahud punya, yakni nyewa kereta api ekonomi dari Station BEOS ke Station Tandjong Priok. Nah, yang aye mau minta tulung kepada lu-lu olang, buleh ndak yey kasih kitaorang ide dan masukan nan brilian, kira-kira mau dibuatin kayak begimana sih nantinya acara selama berada di kereta? misal: diceritain tentang jalur jadul, disuguhin muziek tradioneel, disediain pedagang asongan, dibekali suvenir kereta api, atau lu mau beli kaos BEOS edisi sephia?
mari, monggo, mangga, I Love Mango, silahkan kasih masukan via milis Batmus atau MP tercinta ini, dan ingat jangan sebaris dua baris aja nulisnya, dan kalo bisa pada balesin seharian ini kerna ik ntar malem mau ktemu ame pakar-pakar kereta Indonesia di Plasa Senayan, yeeeaah senen gaul! peace, love, and i love u all :) salam, Adep
|
|