The ancient rocks !

Start:     May 17, '08 03:00a
End:     May 19, '08 7:00p
Location:     Sulawesi Utara


PLESIRAN TEMPO DOELOE ke Sulawesi Utara
Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1A
Sabtu 17 Mei 2008 jam 03.00 subuh lho

Rp. 3.800.000 per orang, sudah termasuk:
(tiket pesawat LION AIR pergi dan pulang)
(pesawatnya baru lho, Boeing 737-900 ER)
(airport tax di Jakarta dan juga di Manado)
(menginap di Hotel Santika Seaside Resort)
(Hotel Lokon Boutique Resort deket gunung)
(Bus AC keliling kawasan Minahasa yg kece)
(makan dan minuman selama di plesiran :)
(daftarnya ke: adep@cbn.net. id aja yah)
(ingat, peserta terbatas, buruan daftar!)
(oh iya ada kaos Plesiran Tempo Doeloe)
(kaos yg keren karya Peter Van Dongen)
(terus juga tiket masuk semua tempat)
(tentu pake asuransi jiwa juga doong)

(ditransfernya boleh dua kali kok...)
(yg pertama 1,8 juta, kedua 2 juta)
(tapi seminggu sebelom lunas yaah)

(eh iya mua-ap jika on-kostnja jadi
3,8 juta yang tadi pengennya cuma
3,5 juta saja, karena long wiken bok,
dan tiket pesawat ke Manado selangit
harganya, suwer dah lu cek aja di toko
sebelah, kalo kagak percaya hehehe :p)

(yuk ditransfer DPnya atau mau bayar
FULL juga gapapa, udah di bawah satu
bulan nih, tinggal sebentar lagi nih, yuk
yak, yuk...langkahkan kakimu ke mesin
ATM hari ini juga, makasih yah, trims)

------------ --------- --------- --------- ----

Kata orang doeloe, prampoean tjantik di Noesantara, kasatoe ada di
Manado, kadoea ada di Preanger atawa Boemi Parahjangan, jah
prampoean Soenda gitu deh, Nah, moempoeng kita lagi kapengen ke
Manado, yuk ikoetan SAHABAT MUSEUM poenja plesiran nan tjiamik,
tida tjoema prampoeannja jang tjantik, melainkan pemandangan alamnja
jang keren bgt!!! eh, tapi katanya sih cowok Manado ganteng-ganteng,
eiiits tapi gue juga gak bisa bilang iya yah, gue KAN cowok, ngapain
juga gue ngelirik cowok, iidddiiih emangnya eikke cowok apa'aan?
(banci salon mode: ON). Mak-dar-it (maka dari itu) ikoetilah
programma ini, yuk:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Manado-Bunaken- Tondano-Tomohon
sedari hari Saptoe, Minggoe, hingga hari Senen tanggal
17, 18 sampe tanggal 19 di boelan Mei, di tahoen 2008 yah

Tatkala denger kata Manado, banjak jang moentjoel di fikiran
kitaorang tentang keindahan alam, dansa-dansi, makanan, minoeman,
dan djoega bubur yang kontroversial itu (hihihi gue gak mau nyebut
namanya ah, mending kita makan aja pas disono). Memang, Manado
tjoekoeplah bekend dengen berbagi matjem hal jang sanget amet
interessant (interesting) poenja, makanja nantinja kitaorang gelar
ini atjara jang bisa bikin sodara-sodari terngiang-ngiang aken
keindahan alamnja. Udah gitu yah, kitaorang nantinja menginep di
Hotel Santika Seaside Resort yang letaknya tjoema selemparan batoe
dari Bunaken! ah, dengen berlayar selama dua kali nafas, kitaorang
dah nyampe! trus, trus, trus malem kedua, kitaorang menginepnja di
Hotel Lokon Boutique Resort, jang view-nja langsoeng ke Goenoeng
Lokon, sahingga toean-njonja pasti kasengsem dan tergoda oentoek
kassie peloek itoe goenoeng dan tak ingin lepas (wuiidddihh. ..),
pokoknya keren banget dah penginapan ini.

Tida tjoema itoe, kitaorang aken bezoek kebon binatang mini di
deketnja Bitoeng, goena koendjoengi heiwan (binatang) ketjil jang
diseboet: Tarsius Spectrum. Ini heiwan adalah spesies monyet terkecil
di dunia! tjoema ada di bilangan Sulawesi bagian utara (kalo gak
salah yah, atau mungkin di seluruh Sulawesi?), tapi yang pasti para
ilmuwan perna menyatakan bahwa jenis monyet ini sudah tiada lagi,
namun pada tahun 1989, seorang wong londo (entah warga negara mana,
sori lupa, yang pasti bule dah) menemukan spesies ini di hutan
belantara sekitaran Sulawesi Utara, lantas menyatakan bahwa
kehidupan monyet-moyet kecil nan imut ini (besarnya kira-kira segede
kepalan tangan org dewasa). masih ada dan banyak, dan tatapannya
sangat menggemaskan, udah gitu kepalanya bisa menengok 180 derajat,
yah badan ke depan, tapi kepala ke belakang, dan sekali lagi,
sungguh menggemaskan! Oh iya satu hal yang sangat menarik dari
monyet kecil ini adalah: hidupnya Monogami! bila pasangan dia sakit
atau meninggal, dia akan sedih, tak ingin berpaling ke lawan jenis
lain (ahhhh, manusia, kita mesti mencontoh perilaku monyet kecil
ini! say no to poligami! hehehe), pokoknya lucu deh si monyet.

Poen kitaorang aken temoei Kus-Kus, binatang jang biasa nemplok di
pu'un (pohon, hihihi) mempunyai ekor yang kuat, biasanya digunakan
untuk gelantungan di batang pohon, lalu hewan yang lucu ini juga
punya kantong kecil layaknya Kangguru. Ah, hidup gelantungan di
pohon dengan bulu mirip Koala, dan punya kantong di depan seperti
Kangguru, apakah ini hewan perpaduan antara Koala dan Kangguru?
entahlah, gue gak paham banget soal ini, mending kita liet langsung
aja nanti pas ke little zoo ini :)

Kamoedian, kitaorang djoega aken bezoek Waruga, iatoe seboah
kompleks pemakaman jang oemoernja soeda ratoesan tahon, makam
leloehoer orang Minahasa. Sebenernja mirip dengen jang di Toradja
poenja namoen jang ini lebi uniek, kerna itoe majat ataoe toeboeh
orang meninggal ditarok dalem saboeah batoe dan ditempatkan dengen
posisi doedoek, Pada toeboeh prampoean senantiasa ada 2 boeah
mangkok nan besar, goenanja oentoek menempatken perhiasan, satoe
ditarok di atas kepala, satoe di bawah (didudukin) djadi koetika
itoe badan soeda mendjadi kerangka, maka semoea perhiasannja aken
terkoempoel mendjadi satoe, dan kedoea mangkok terseboet aken
menoetoep mendjadi satoe bagian, ah pemikiran jang smart!

Klaar koelilingin Waruga, kitaorang cabut arah Tondano, sablomnja
koendjoengi makam Dr.Sam Ratulangi, saorang pahlawan perintis
kemerdekaan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia Merdeka. Abis
itu kitaorang berger lagi naar Tondano, yah Danau Tondano, kitaorang
nantinja makan siang di sini yah, ok? Abis makan siang di restoran
pinggir danau ini, lantas kitaorang bergerak ke kota Kwangkoan,
sekitar 20 KM dari Tondano, tak lupa melewati Goa Jepang jaman
Perang Pasifik 1942-1945, lalu langsung menuju ke Watu Pinawetengen,
sebuah batu besar yang dipercaya sebagai tempat leluhur atau nenek
moyang orang Minahasa (Toar-Lumimmut) , oh iya abis itu kita ke Bukit
Kasih, terdapat dua pahatan kepala yang menggambarkan Toar-Lumimmut,
dan di tempat ini juga terdapat tempat ibadah dari lima agama besar
yang terdapat di Indonesia. Kalo dari pesawat, kita bisa liet Bukit
Kasih ini, terdapat salib besar di atas.

Kini saatnya kembali ke Manado, setelah menginap di Hotel Lokon
Boutique Resort, di tengah perjalanan kitaorang akan kunjungi Makam
Tuanku Imam Bonjol, seorang pejuang Perang Paderi (ttg apakah beliau
Pahlawan Nasional, atau pejuang tanah adatnya? ntar kita diskusikan
saja lebih lanjut). Di tempat ini, kitaorang bisa datengin tempat
Imam Bonjol beribadah, beliau selalu sholat di atas batu yang berada
di tengah sungai yang deras! namun sayang beberapa tahun lalu,
ketika banjir besar melanda sungai ini, batunya kegeser dikit, jadi
daripada-daripada, mending dipindahin aja ke darat, tepatnya di tepi
persis sungai ini. Pada bagian atas batu ini, kitaorang bisa liet
tanda-tanda bekas Imam Bonjol sholat, di bagian atas, katanya ini
bekas keningnya, di bawah dikit, itu bekas lututnya (kata si yang
menjaga tempat ini yah, bukan kata gue hehehe). Lalu katanya lagi
Try Sutrisno, Agum Gumelar dan Syarwan Hamid pernah sholat di atas
batu itu (lho kok yang sholat tentara semua? tanyakan saja sama sang
penjaga tempat sholat Tuanku Imam Bonjol ini). Juga ada rumah kecil
tempat Imam Bonjol diasingkan.

Oh iya daritadi cerita tentang tempat-tempat bersejarah di luar
Manado mulu, jadi ngapain aja kita di Manado? yang pasti akan
keliling kota ini, foto-foto di depan Patung Wolter Mongosidi,
Pierre Tendean, dan juga kelilingin Museum Sulawesi Utara, abis itu
kita berfoto di bawah Patung Yesus yang terletak di sekitar
perumahan Citraland. Ini patung sungguh besar, besar sekali hingga
kau akan terperangah kagum. Terus, terus, terus tidak lupa kitaorang
plesir ke Bunaken! mau berenang terseraah, mau snorkeling up to
you, mau diving monggo tapi bayar ndiri yah peralatannya, kalo
berenang sih grateeeesss, lalu kalo kagak mau basah-basahan
sedikitpun, bisa aja sih dari atas kapal boatnya, bisa liet bawah
laut juga kok, kan di kapalnya ada kaca tembus ke bawah laut, dan
kalo beruntung, lu olang bisa lietin orang yang lagi diving!

Untuk plesiran ke Manado ini, kitaorang aken kassie tjetak satoe
kaos jang oke poenja, karja Van Dongen, jang bergambarken gedong
djadoel di kota Manado, kalo lu olang mahoe liet saperti apa, liet
aja dah ntuh gambar di attachment email ini, di bagian paling bawah,
atau yey buka aja halaman muka milis Batmus di:
http://www. yahoogroups. com/group/ sahabatmuseum dan juga sekalian
aja gabung milisnya, yuk mariiiiiii

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan
njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa
hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut
peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer
uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar,
doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email
atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273 sesudahnya
transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet
dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

tjara membajarnja/ transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18,
maka Mas Boy transfernja = Rp.3.800.018 (kalo di mesin ATM ketiknya
Rp.3800018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi
ntar bajarnja boekan Rp.3.800.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18
sebagi nomer urut. oke bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo
soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaaw!

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net. id
0818 94 96 82

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Saptoe 17 Mei 2008
03.00 - 04.00: Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1A
05.00 - 09.00: Berangkat ke Manado non-stop dengan Lion Air
(ini bukan 4 jam yah terbangnya, tapi 3 jam, kan WIB ke WITA)
09.00 – 10.00: Sampai di Manado dan beresin bagasi
10:00 – 11.00: Berangkat ke Hotel Santika Seaside Resort
11:00 – 12.00: Tiba di hotel, istirahat, mandi, sholat zuhur, dll
12.00 – 12.15: Berangkat ke Bunaken berangkat dari pinggir Hotel
Santika
12.15 – 16.00: Koeliling Bunaken (snorkeling, diving, swimming,
makan siang)
16.00 – 16.15: Kembali ke Hotel Santika Seaside Resort
16.15 - 17.00: pada mandi gih biar wangi, kan kita mau ke Manado
17.00 – 19.00: Koeliling Manado (Museum, Klenteng Ban Kian Hiong,
Monumen PD II, Patung Pierre Tendean, Patung R.W Monginsidi, Pantai
Manado, Sholat Ashar dan Maghrib di Mesjid Raya Manado)
19.00 - 20.00: Makam Malam di Restoran Ikan Bakar Kharisma. pinggir
pantai
20.00 – 21.00: Kembali ke Hotel Santika Seaside Resort
21.00 – 21.30: Siap-siap Pintong ke mana aja deh, terserah
21.30 - 24.00: Pintong (Pindah Tongkrongan) sampe puas :)

Minggoe 18 Mei 2008
06.00 – 07.30: Sarapan di Hotel Santika Seaside Resort
07.30 – 09.00: Berangkat ke Bitung, pantai selat Lembe di desa Nae
Mundung (dekat kota Bitung) mengunjungi little
zoo
09.00 - 10.00: Koeliling Kebon Binatang Mini (Tarsius Spectrum, jo!)
10.00 – 10.30: Berangkat Sawangan dekat kota Air Mandidi,
mengunjungi makam tua (Waruga) makam nenek moyang suku Minahasa
10.30 – 11.00: Koeliling makam tua Waruga
11.00 – 12.00: Berangkat ke Tondano, mengunjungi Makam Pahlawan
Dr. Sam Ratulangi, dan Danau Tondano yang cantik
12.00 – 13.00: Makan siang di Restoran Tumau Tou, persis di tepi
Danau Tondano (ikan bakar dll, sholat zuhur)
13.00 – 14.00: Berangkat ke Kwangkoan, mengunjungi Goa Jepang,
Watu Pinawetengan, Bukit Kasih, Tour Lumimmut
14.00 – 15.00: Koeliling Bukit Kasih (yang ada salib gede itu lho)
15.00 – 15.30: Berangkat ke Tomohon, check in Hotel Lokon Boutique
Resort
15.30 – 19.00: puas-puasin deh loe mandangin Gunung Lokon di depan
sono
19.00 – 20.00: Makan malam di Hotel Lokon Boutique Resort atau yang
punya kepengen maem bakso, ada di dekat resort di Bakso Cak Man
hihi
20.00 - 21.00: Ice Breaking dan acara bebas, menikmati sejuknya hawa
gunung

Senen, 19 Mei 2008
06.00 – 08.00: Sarapan di Hotel Lokon Boutique Resort
08.00 – 08.30: foto-foto ke sana ke mari, di mari...yah
08.30 – 09.00: Berangkat ke Makam Tuanku Imam Bonjol
09.00 – 10.00: Koeliling Makam Tuanku Imam Bonjol, ke tempat sholat
di tepi sungai
10.00 – 12.00: Melihat Patung Yesus ukuran raksasa, dan beli oleh–
oleh khas Manado
12.00 – 13.00: Makan siang di Restoran Mapanget (deket bandara, cuma
5 menit aja)
13.00 – 14.30: Berangkat ke Airport, check in dan boarding (pasti
bagasinya nambah!)
14.30 – 18.00: Pesawat Lion Air terbang ke Jakarta tapi mampir
Makassar bentar yaah
18.00 – 19.00: (udah WIB lagi yah) Beresin bagasi, Good Bye, see you
in the next PTD



Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help